Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Pembentukan SIDa di Kabupaten Rejang Lebong December 2, 2012

Filed under: Berita — Urip Santoso @ 6:12 am
Tags: , ,

Tanggal 1 Desember 2012, Dewan Riset Daerah (DRD) dan Balitbangstada Provinsi Bengkulu melakukan FGD tentang pembentukan SIDa di Kabupaten Rejang Lebong, bertempat di Kantor Bupati Rejang Lebong. Tampil sebagai pembicara, Dr. Bandi Hermawan (anggota DRD). Berikut intisari FGD. Hadir dalam pertemuan  itu asisten 2 Kabupaten Rejang Lebong, Ketua DRD, Kepala Balitbangstada, seluruh SKPD di Rejang Lebong serta para undangan lainnya.

1) SIDa bisa dikembangkan berdasarkan wilayah, sektor unggulan atau produk. Berdasarkan wilayah misalnya kabupaten inovatif dan desa inovatif; berdasarkan sektor misalnya sektor pertanian yang dijadikan unggulan; berdasarkan produk misalnya karet dll.

2) Yang penting dalam SIDa adalah komitmen, komunikasi dan koordinasi yang sinergis  dari semua elemen untuk mensukseskan SIDa yang telah disepakati.

3) Ada 3 indikator keberhasilan pembangunan daerah, yaitu tingkat kesejahteraan masyarakat, kualitas SDM dan daya saing daerah. Melalui SIDa hal ini bisa diwujudkan. Jadi SIDa adalah suatu konsep pembangunan untuk mempercepat tujuan pembangunan. Jadi output SIDa adalah ketiga indikator pembangunan tersebut di atas.

4) Sesuatu  yang bisa dijadikan SIDa adalah antara lain unik, berpotensi tinggi untuk dikembangkan dalam rangka mencapai ketiga indikator di atas. Kemudian dianalisis dimana kekurangan/kelemahannya, baru di titik kelemahan itu diperkuat.

5) SIDa mempertumukan antara penyedia inovasi (ipteks) dengan pengguna inovasi (pebisnis, masyarakat, pemerintah, dll.).

6) Setelah berdiskusi, maka disepakati bahwa SIDa yang akan dikembangkan di Kabupaten Rejang Lebong adalah SIDa klaster UMKM aren. Kesepakatan in i didasarkan pada argumentasi bahwa aren merupakan produk yang khas Rejang Lebong, adanya kebun aren seluas 2500 ha, banyaknya kelompok usaha aren, sudah ada upaya pembibitan di tingkat rakyat, sudah dibuat gula aren batokan dan gula semut, sudah mulai melakukan rekayasa dalam hal menurunkan nira dari pohon aren, sudah ada Posyantek Bukit Kaba yang membidangi gula aren. Selain itu aren bisa dijadikan city branding bagi Kabupaten Rejang Lebong. Usaha aren bisa mempunyai pengaruh jamak bagi pengembangan berbagai usaha. Masalah usaha aren di Rejang Lebong adalah kurangnya ipteks (inovasi) dan pemasaran (tengkulak mendominasi).

7) Berdasarkan kesepakatan itu, maka tim DRD akan menyusun master plan untuk membantu pengembangan SIDa klaster UMKM gula aren di Kabupaten Rejang  Lebong. SIDa ini akan diimplementasikan mulai tahun 2013.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s