Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Pencemaran Produk Budaya di Bengkulu May 27, 2012

Filed under: Sosial — Urip Santoso @ 8:08 am
Tags: , , ,

Istilah pencemaran digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu budaya telah tercampur oleh nilai atau produk budaya lain sehingga wujud budaya tersebut menjadi kabur, atau bahkan hilang sama sekali. Di Bengkulu terdapat produk budaya masa lalu yang menjadi ciri khas Bengkulu. Sayangnya beberapa produk budaya telah berubah dari aslinya. Berikut beberapa contohnya.

1) Rumah Bung Karno telah tercemar oleh bangunan-bangunan baru yang lebih megah. Hal ini mengakibatkan nilai rumah Bung Karno sebagai simbol sejarah telah tercemar. Coba Anda perhatikan dari jauh! Rumah Bung Karno tampak kurang menunjukkan auranya dikarenakan bangunan sekitar yang lebih megah. Rumah Bung Karno jadi kehilangan nilai sejarahnya . Saya yakin, ketika Persada Bung Karno dibangun itu bertujuan untuk melestarikan nilai sejarah tersebut. Sayang rancangannya kurang memperhatikan nilai sejarah itu sendiri. Mestinya, bukan dibangun gedung yang lebih megah di sekitar rumah Bung Karno tetapi nuansa sekitarnya dikembalikan kepada kondisi aslinya, atau jika tak mungkin bisa dikembangkan taman yang menambah aura Rumah Bung Karno semakin berwibawa.

2) Benteng Marlborough juga telah tercemar dan kurang terawat. Yang  mencemari antara lain adalah pintu gerbang yang bernuansa Cina, dan bangunan mess Pemda, masjid dll. yang menghalangi pandangan ke arah laut serta warung-warung yang tak tertata. Bangunan didepan benteng arah laut ini menghalangi pandangan ke laut secara bebas, padahal dulu fungsi benteng adalah untuk mengamati musuh dari arah laut. Kemudian pintu gerbang Cina sebaiknya tidak diletakkan dekat benteng.

3) masjid Jamik. Masjid ini arsiteknya dibuat oleh Ir. Soerkarno. Jadi mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Akan tetapi adakah renovasi lingkungan masjid ini memperhatikan nilai-nilai yang bernuansa masa lalu, sehingga aura sejarahnya akan sangat menonjol. Saya kira belum, sehingga ketika seseorang berwisata ke masjid ini tidak tampak aura khasnya.

Ini hanya beberapa contoh bahwa produk budaya di Bengkulu telah tercemar, sehingga aura sejarahnya menjadi tidak nampak, sehingga nilai sejarah yang hendak ditonjolkan sebagai salah satu tujuan wisata menjadi kabur.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s