Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Pantai Panjangku Tak Terurus May 24, 2012

Filed under: Uncategorized,Wisata — Urip Santoso @ 7:14 am
Tags: ,

Jika saya bandingkan dengan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi baik di Indonesia maupun di Jepang, Pantai Panjang Bengkulu mempunyai keunikan sendiri. Selain panjangnya konon nomor 2 di dunia, juga unik dengan pasir putih dan hutan cemaranya serta lautnya yang jernih dengan ombaknya yang besar. Di salah satu ujung pantai ini juga terdapat Taman Wisata Alam (TWA). Pantai Panjang sudah dilengkapi dengan sport centre, jalan untuk joging dan sejumlah fasilitas lainnya. Disana juga sudah dibangun Bengkulu Indah Mall (BIM) dan sejumlah hotel. Bagi yang ingin keliling pantai panjang dengan santai disewakan sepeda dan andong.

Sayangnya potensi yang demikian besar belum dikelola dengan baik. Laut yang jernih kini sebagian telah tercemar oleh batubara sehingga pasirnya menjadi berwarna hitam. Di bagian lain pasir putihnya juga telah berubah warna menjadi agak kecoklatan. Sementara jika melihat ke pantai, terserak sampah berbagai jenis. Pedagang juga tak tertata dengan baik sehingga terkesan kumuh.  TWA yang seharusnya menjadi salah satu keunikan pantai juga tak terurus sehingga tampak gersang dan tak nyaman. Hutan pantainya yang dulu sangat indah dan nyaman, sekarang sebagian telah gundul dan tergenang sampah. Jadi menjadi kurang nyama jika berwisata di bawahnya.

Apa yang harus dilakukan oleh kita semua agar Pantai Panjang menjadi tujuan wisata? Pertama-tama tentu saja kita harus mengelola pantai sebaik mungkin. Pemerintah bersama masyarakat harus bergandeng tangan mengelola pantai secara reguler dan terencana. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain: a) membuat pantai bersih dan nyaman; b) menghutankan kembali hutan pantai dan memperbaiki TWA; c) mengurangi pencemaran laut oleh batubara atau yang lainnya; d) tidak menjadikan pantai sebagai tempat BAB; e) menjaga fasilitas yang telah ada; f) promosi secara intensif.

Promosi sangat penting bagi berhasilnya program pariwisata pantai. Lihat saja, Anjungan Losari di Makassar. Panjangnya mungkin tidak lebih dari 200 meter, tidak ada pasirnya, lautnya tenang bagai danau. Akan tetapi dikarenakan promosi yang intensif, Anjungan Losari menjadi tempat favorit wisata disana. Setiap hari ramai dengan pengunjung. Lihat saja keberhasilan wisata di Sumatera Barat dengan jam gadang dan air terjunnya. Menurut saya jamnya tak begitu istimewa, air terjunnya juga tak begitu istimewa, tetapi dikarenakan dikemas secara terintegrasi dengan wisata lainnya dan dipromosikan secara unik, maka banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung. Cobalah bandingkan dengan pantai di Bali, karakteristik pantai di Bengkulu tidak kalah kalau tidak boleh dikatakan lebih baik. Tetapi mengapa wisatawan suka ke Bali? Kuncinya adalah promosi yang gencar.

Akan tetapi promosi yang gencar jika tidak didukung oleh pengelolaan yang baik maka bisa jadi wisatawan kecewa. Jika sudah begitu jangan harap mereka kembali.

Salah satu kunci keberhasilan wisata pantai adalah merencanakan wisata pantai sesuai dengan keinginan calon wisatawan yang hendak dijaring. Untuk itu, perencana harus terlebih dulu melakukan kajian tentang kebutuhan & keinginan calon wisatawan disesuaikan dengan budaya setempat (bersambung)

 

2 Responses to “Pantai Panjangku Tak Terurus”

  1. rosi Says:

    pak urip, terimakasih atas tulisannya🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s