Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

URGENSI DEWAN RISET DAERAH TERHADAP PENINGKATAN IPM KABUPATEN PANDEGLANG May 2, 2012

Filed under: ekonomi — Urip Santoso @ 5:23 am
Tags: ,

Oleh: Imas Eva Wijayanti, S.Si

Setahun lalu atau lebih tepatnya pertengahan tahun 2010 lalu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pandeglang berada di urutan ke tujuh dari delapan kabupaten/kota di Propinsi Banten. Jika pemerintah Pandeglang tidak membenahi sistem dan peningkatan sarana prasarana penyokong pertumbuhan IPM, maka bukan tidak mungkin posisi ini diperkirakan akan melorot lagi ke urutan terakhir. Hal lain yang mempengaruhi bisa jadi juga lantaran Kabupaten Lebak sebagai sudah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan IPM. Sebagai bagian dari masyarakat Pandeglang, tentunya kita tidak bisa tinggal diam. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan bekerja keras melakukan pem­bangunan dan pelayanan untuk masyarakat yang berlaku bagi semua aparatur pemerintahan Kabupaten Pandeglang. Sebenarnya Pandeglang bisa maju karena luas wilayah yang meliputi sepertiga luas Banten. Pandeglang juga memiliki topografi geografis yang paling lengkap dibanding kabupaten/kota lainnya. Topografi ini meliputi enam gunung, dataran tinggi, dataran rendah bahkan lautan yang kaya akan sumber daya alam yang bisa diolah.

IPM adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara di seluruh dunia. Indeks ini dikembangkan tahun 1990 oleh Amartya Sen (pemenang Nobel asal India) dan seorang ekonom Pakistan Mhbub Ul Haq yang dibantu Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Angka Harapan Hidup di Pandeglang yang baru mencapai 63 tahun. Angka ini lebih rendah dari angka harapan hidup di Provinsi Banten yaitu 70 tahun. Selain itu, dilihat pendapatan masyarakat rata-rata hanya Rp 190.256 serta tingkat pen­didikan masyarakat mayoritas hanya lulusan SD semakin memperkuat pernyataan bahwa Pandeglang semakin terbelakang. Jika hal ini tidak segera diperbaiki, maka bisa jadi Pandeglang akan terus tertinggal oleh kabupaten dan kota lain di Banten dan tetap berada di level 50 kabupaten tertinggal di Indonesia. Menurut sumber dari BAPPEDA, IPM di Pandeglang hanya 67,99% sedangkan di Banten sudah mencapai 72% per tahun. Maka yang diperlukan saat ini adalah bagaimana caranya meningkatkan IPM dengan cara yang signifikan dan tidak hanya menunggu IPM ini berjalan secara alamiah.

Seorang penulis menyebutkan bahwa di Belanda, setiap hari sekolah mewajibkan membaca buku di luar spesifikasinya. Dalam opini lain, Belanda telah menjadi negara buku pada tahun 1600-an. Maka, tak heran jika Belanda tak pernah menjadi negara yang lembek, namun sayangnya bermental penjajah. Hal ini tentu tidak ingin kita alami, namun tentu menjadi pemikiran dan tanggungjawab bersama bagaimana caranya agar sifat-sifat Belanda yang baik ini menjadi budaya di Indonesia khususnya di Banten. Tentu kita mengetahui bahwa budaya membaca menjadi budaya yang masih amat langka di kalangan masyarakat kita. Bahkan jangankan budaya membaca, 30% masyarakat kita masih berada dalam keadaan buta huruf. Maka bagaimanakah ia dapat membaca jika mengenal huruf saja dia tidak bisa?

Melihat kecenderungan itu semua, diperlukan sebuah terobosan yang harus dilakukan pemerintah. Namun, pemerintah bekerja sendiri tentu tidaklah cukup. Untuk kondisi saat ini, diperlukan peran serta masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat. Peran mereka amatlah penting, saat ini pemerintah tidak lagi berperan sebagai one man one show karena hakikatnya semua lapisan masyarakat beserta pirantinya turut serta dalam pembangunan. Salah satu solusi yang sebenarnya bisa dilakukan adalah dengan perwujudan agenda riset nasional pada tingkatan daerah, yang popular dengan istilah Dewan Riset Daerah. Perwujudan agenda ini tentu saja dengan penyesuaian terhadap potensi dan kebutuhan daerah.

Hal lain, dewan riset daerah merupakan suatu dokumen berisikan program-program pembangunan yang berisikan prioritas kegiatan dan indikator capaian pembangunan daerah. Pembangunan daerah tentu memiliki target yang disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Jangka Panjang (RPJP). Kegiatan yang bertujuan menjalin komunikasi antar lembaga kajian/litbang dan instansi pemerintah lainnya ini berupaya menciptakan suatu proses sinergi dalam perumusan kebijakan (sektoral) dan pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang. Jalinan komunikasi antar lembaga kajian atau penelitian dan pengembangan dan instansi pemerintah lainnya diperlukan agar tercipta suatu proses sinergi dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan. Jika hal ini dapat terwujud, maka bukan tidak mungkin IPM Pandeglang, bahkan Banten akan terus meningkat sehingga terwujud tatanan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

Sumber: http://cvsuksesbersama.blogspot.com/2012/01/urgensi-dewan-riset-daerah-terhadap.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s