Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Sekilas DRD Jateng (Hasil Kunjungan DRD Bengkulu Bagian 2) March 19, 2012

Filed under: Berita — Urip Santoso @ 6:45 am
Tags: ,

Tanggal 12 Maret 2012 DRD Bengkulu berkunjung ke DRD Jateng. Beberapa informasi yang digali antara lain sebagai berikut:

1)      Struktur organisasi DRD Jateng: DRD Jateng merupakan lembaga non-struktural di bawah Gubernur Jawa Tengah. DRD Jateng terdiri atas satu ketua, satu wakil ketua, dua sekretaris (dari DRD dan Balitbang) dan anggota. Seluruh anggota DRD jateng berjumlah 13 orang. Terdapat 4 staf  administrasi yang mengelola keuangan, data, administrasi dan lainnya.

2)      Jenis kegiatan yang telah dilakukan oleh DRD Jateng antara lain: a) diskusi terbatas (FGD) isu-isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat; b) menjalin kerjasama dengan pihak swasta dalam bidang kajian strategis/ c)  publikasi dalam bentuk jurnal/majalah; d) penyusunan dokumen Jakstrada, ARD; e) Bersama Balitbang mengembangkan SIDa dan kegiatan lainnya.

3)      Bagaimana menjalin kerjasama dengan stakeholders? DRD proaktif menjalin kerjasama kajian yang strategis, dengan melalui sharing dana, sehingga bisa saja satu kegiatan punya lebih dari satu penyelenggara. Hal ini sangat menghemat dana DRD.

4)      Tata pamong DRD Jateng: Rapat setiap senin untuk mengevaluasi kegiatan. Setiap awal tahun DRD menyusun aktivitas. Oleh karena adanya kerjasama maka kegiatan bisa lebih dari dari yang dianggarkan. Setiap bulan membuat laporan kepada gubernur melalui LItbang. Pembagian tugas diusahakan seadil mungkin sehingga setiap anggota mempunyai perannya masing-masing. Setiap rapat mendapat uang transportasi dan uang rapat. Pengelolaan keuangan diusahakan setransparan mungkin sehingga setiap anggota mengetahui keluar masuknya dana DRD.

5)      Dana yang dikelola DRD dan penggunaannya. Dana yang dikelola berupa dana hibah dari Pemerintah Daerah Provinsi sebesar Rp 500.000.000,- DRD diberi wewenang untuk menggali sumber dana di luar hibah. Dana dikelola langsung oleh DRD dengan pertanggungjawaban keuangan pada bagian Keuangan Pemda jateng. DRD bisa mengajukan anggaran perubahan.

6)      Bagaimana model sinergitas antara Balitbangda dengan DRD. Konsep kerjasama antara DRD dengan Litbang berupa kemitraan. DRD berperan meriview proposal-proposal penelitian. Tahun 2012 ini, selain ada 500 juta, ada kegiatan lebih dari 1 milyard dimana dana tersebut dikelolan bersama dengan Litbang dan DRD. Kegiatan DRD didasarkan kepada RPJM Provinsi  Jateng, isu strategis. DRD juga sudah berperan sebagai mediator antara PT, Pemda dan pebisnis. Jika ada masalah yang harus segera dipecahkan DRD berperan sebagai mediator dalam memecahkan masalah tersebut.

7)      Dokumen yang telah dihasilkan oleh DRD Jateng adalah  tata kerja, Jakstrada, ARD, jurnal, profil DRD dll.

8)      Model pendekatan DRD kepada stakeholders dalam menjalin kerjasama. Semua stakeholders yang terkait atau mempunyai minat untuk mengkaji hal tertentu diajak kerjasama dalam alokasi dananya (PT, LSM, Pemda, masyarakat dll). Ada yang kontribusi tempat dan snak, dana transportasi, dll.

9)      Pelaksanaan Jakstrada, ARD dan rekomendasi DRD Jateng. DRD Jateng berperan aktif dalam pembangunan di Jawa Tengah. Hal ini terlihat jelas hasil kajian DRD dijadikan salah satu acuan dalam memecahkan masalah yang timbul.

10)   Bagaimana peran DRD Jateng sebagai mediator bagi Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Industri/Masyarakat. DRD jateng tampaknya telah berperan  sebagai mediator dimana DRD mampu mengembangkan perannya dalam upaya mensinergiskan berbagai kepentingan para stakeholders di Jawa Tengah.

11)   Fasilitas yang dimiliki DRD Jateng (gedung satu lantai, ruang rapat berAC, ruang ketua, ruang wakil ketua, ruang anggota, staf ada 4 (administrasi, data, keuangan,) dll, ATK, mebeler, dan lain-lain. Fasilitas yang dimiliki DRD memadai untuk aktivitas DRD.

12)   Rapat DRD Jateng tentang evaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan yang belum dilaksanakan, dan bagaimana pemecahannya. Setiap anggota melaoporkan kegiatan yang telah dilaksanakan dan belum, kendala dll. DRD sangat bagus bekerjasama dengan media. Ada kajian-kajian yang dievaluasi. Press release juga secara rutin dilakukan oleh DRD. Rapat juga membahas mengapa petambak udang kolaps, dan kemudiN DICARIKAN alternative pemecahannya. Apakah ini bisa dijadikan kajian? Membahas masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Hasil diskusi ini kemudian diarsipkan dan dilaporkan kepada Gubernur melalui Litbang. Rapat dibangunan secara demokratis, sehingga setiap anggota diberi kesempatan memberikan pendapat. Intinya: ada pembagian tugas yang proporsional dengan anggaran yang proporsional. DRD juga membahan tentang Desa Inovatif. Jadi, DRD dilibatkan dalam SIDa dari awal pembentukan SIDa sampai dengan pelaksanaan dimana DRD sebagai narasumber dan sebagai monitoring dan evaluasi kegiatan SIDa seperti Desa Inovatif, kluster UMKM  dll.

13)   DRD membaca program di SKPD/RPJM sehingga bisa menawarkan kajian yang sesuai ke SKPD.

 

Tindak lanjut:

1)      DRD Bengkulu perlu adanya fasilitas gedung dan isinya yang memadai

2)      Penyusunan konsep SIDa di Bengkulu seyogyanya melibatkan DRD Bengkulu

3)      DRD  Bengkulu secara proaktif ke SKPD yang sesuai dengan kajian yang dilakukan DRD.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s