Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Peran DRD Jateng dalam SIDa (Hasil Kunjungan ke DRD Jateng, Bagian 1) March 15, 2012

Filed under: Umum — Urip Santoso @ 7:31 am
Tags: , ,

Salah satu peran Dewan Riset Daerah adalah memberikan  masukan kepada gubernur/ bupati/walikota tentang prioritas iptek di daerah. Untuk itu, DRD harus berperan dalam pengembangan SIDa (Sistem inovasi daerah). Keterlibatan DRD sangat penting sebab DRD merupakan gudang pakar dari berbagai bidang ilmu. Dengan keterlibatan para para dari DRD diharapkan SIDa yang dikembangkan sesuai dengan potensi daerah berlandaskan iptek yang efisien. Dengan demikian, SIDa yang dikembangkan akan mampu mempercepat pembangunan yang holistik di daerah tersebut.

Dalam kaitannya dengan SIDa, DRD Jateng terlibat baik langsung maupun tidak langsung. DRD Jeteng terlibat dari mulai pembuatan konsep SIDa, pembentukan dan pengembangan SIDa di Jateng. Dalam bentuk konsep, DRD Jateng bersama-sama dengan Balitbangda menyusun konsep SIDa tersebut. Setelah konsep SIDa selesai, maka Balitbangda bersama dengan DRD melakukan sosialisasi konsep SIDa tersebut ke semua stakeholders di Jateng. Setelah melakukan sosialisasi, maka disepakati oleh Pemda Jateng untuk membentuk SIDa. Dalam pengembangan SIDa ini, DRD juga terlibat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yaitu memberikan masukan tentang berbagai hal yang cocok untuk SIDa di Jateng. Keterlibatan DRD secara langsung adalah dengan memberikan konsep Desa Inovatif dan membantu dalam pengembangan Desa Inovatif tersebut. DRD juga terlibat dalam SIDa dalam bentuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan program SIDa di Jateng.  DRD Jateng secara langsung memonitoring dan mengevaluasi tentang pelaksanaan Desa Inovatif. Hasil monitoring dan evaluasi tersebut kemudian disampaikan kepada pelaksana SIDa melalui Balitbangda. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tersebut, maka dilakukan perubahan perencanaan SIDa dengan tujuan agar  pelaksanaan SIDa dapat tercapai. Dalam SIDa Jateng ini, DRD  berperan  sebagai mitra kerja untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dan disepakati oleh seluruh komponen stakeholders.

Satu hal yang menjadi cacatan penting adalah bahwa SIDa Jateng dapat direlisasikan dikarenakan beberapa hal, yaitu: a) komitmen pimpinan tertinggi (Gubernur, bupati, walikota) baik secara formal (dalam bentuk surat keputusan dan perintah yang mengingat kepada semua dinas terkait) dan informal; b) SKPD yang terkait dengan program SIDa mengalokasikan anggarannya kepada program tersebut; c) budaya masyarakat yang mampu mendukung program SIDa; d) konsistensi  semua pihak dalam melaksanakan program SIDa.

Dapat disimpulkan bahwa DRD Jateng terlibat secara langsung dalam pengembangan SIDa di Provinsi Jawa Tengah. DRD Jateng ditempatkan sebagai mitra sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DRD Jateng.

 

Tindak Lanjut:

Berdasarkan pelaksanaan SIDa di Provinsi Jawa Tengah, terdapat beberapa rekomendasi berkaitan dengan rencana pembentukkan SIDa di Provinsi Bengkulu, yaitu:

1)      DRD Bengkulu seyogyanya dilibatkan dalam pengembangan SIDa di Provinsi Bengkulu;

2)      Keterlibatan DRD dalam SIDa dimulai sejak penyusunan konsep SIDa, sosialisasi SIDa, pendampingan/konsultasi sampai kepada monitoring dan evaluasi pada setiap tahapan pelaksanaan SIDa;

3)      DRD Bengkulu  seyogyanya dijadikan mitra dalam pengembangan SIDa;

4)      Rekomendasi DRD  Bengkulu seyogyanya diperhatikan bagi pengembangan SIDa Bengkulu;

5)      Segera disusun dokumen SIDa  Provinsi Bengkulu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s