Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Hasil Sosialisasi DRD di Kabupaten Lebong November 21, 2011

Filed under: Berita — Urip Santoso @ 4:51 am
Tags: , ,

Secara umum Kabupaten Lebong menyambut gembira keberadaan DRD di Provinsi Bengkulu. Bahkan Kabupaten Lebong juga bermaksud membentuk DRD Kabupaten Lebong. Sebagaimana kabupaten lain di Bengkulu, data dasar riset di kabupaten Lebong tidak ada, sehingga sangat sulit untuk dapat memetakan riset di Kabupaten Lebong. Berikut ini hasil sosialisasi DRD di kabupaten Lebong.

Peranan DRD dalam Pembangunan Daerah

Beberapa komentar dalam sosialisasi DRD di Kabupaten Lebong adalah sebagai berikut.

Kabappeda
1)    Pembukaan oleh Kabappeda

Amin
1)    Tujuannya adalah silaturahmi; dan sosialisasi DRD dan kegiatan riset yang telah dilakukan di Bengkulu.
2)    Mengunjungi semua kab pemekaran (6 kab): a) apa2 yang telah dilakukan oleh DRD & Pokja; dan apa2 yang telah dilakukan riset oleh Lebong; mulai melihat bahwa riset dan pengembangan itu penting

Satria PU
1)    Pokja: pelaksana kegiatan riset; tukar info penelitian di Lebong.
2)    Sektor unggulan Lebo ng: sektornya tidak yang unggul, tapi di subsektornya ada; tanaman perkebunan, peternakan, tanaman bahan makanan; subsector: geothermal; Sektor yang unggul adalah industry pengolahan.
3)    Produk unggulan yang sedang dikembangkan adalah  aren?

Kepala Bappeda
1)    Baru pendataan keluarga miskin (kerjasama dg LP UNIB).
2)    Yang sangat perlu diriset, yaitu: a) potensi lahan blm 2x tanam: apa kultur, atau lahan, yang lain?, b) kesesuaian lahan itu sesuai dengan tanaman apa?, apa cacao cocok? Karet? Pala?, jati? C) penelitian sosbud—pola pikir penduduk Lebong, sebab bantuan modal sering macet di Lebong,
3)    Sudah ada koperasi gula aren, maka perlu dikembangkan. Aren kesesuaian lahan dan ada nilai konservasinya.

Litbang (Azhari)
1)    Stasiun kereta api blm ada riset, di Lebong dulu dibantu jarak, ada pabriknya juga, tapi gagal total.
2)    Tanam 2 kali  diteliti IPB adalah melepaskan predator, 2 tahun dilepas ternyata gagal. Tapi tanpa memperhatikan sosbud masyarakat. Gagal! Penymbang terbesar adalah makanan. Di lebong banyak ritual, maka harus diteliti secara integrasi. Di Lebong yang terkenal manggis, budaya mereka. Jeruk, murni swasta terkenal. Jadi yang terkenal manggis dan jeruk gerga. Jangan ditinggalkan kearifan local. Penyumbang terbesar adalah tanamanan pangan unggul.

Kelembagaan
1)    DRD bisa dibentuk di Kab lebong, bagaimana caranya?

Ulasan:
1)    Dewan Riset Daerah bisa dibentuk di setiap kabupaten/kota berdasarkan UU no. 18 tahun 2002. Caranya, Bappeda Lebong memberikan masukkan kepada Bupati Lebong bahwa Kabupaten Lebong membutuhkan DRD dalam rangka membantu mempercepat pembangunan di Kabupaten Lebong. Jika disetujui, maka Bupati akan membentuk DRD Lebong. Adapun komposisi anggota DRD terdiri atas akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah (dalam hal ini Bappeda Lebong) serta DPRD (ketua  DPRD atau minimal Ketua Satuan III DPRD). Bupati dapat mengeluarkan Surat Keputusan tentang “Pembentukkan Dewan Riset Daerah Lebong”  beserta Surat Keputusan susunan anggota DRD Lebong.
2)    Riset yang dilakukan harus terintegrasi, sehingga mampu memberikan rekomendasi yang akurat dan tepat sasaran. Jika riset tidak terintegrasi maka rekomendasinya pun kurang akurat.
3)    Saran mengenai riset di Lebong, akan kami masukkan ke dalam draft Agenda Riset Daerah 2012-2015.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s