Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Konsep SIDa Provinsi Sumatera Selatan October 20, 2011

Filed under: Uncategorized — Urip Santoso @ 12:22 am
Tags: ,

SIDa SUMATERA SELATAN

PENDAHULUAN

Abad ke-21 merupakan era tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif yaitu sebuah tatanan ekonomi yang ditopang oleh perpaduan tiga unsur utama yakni keunggulan : 1) budaya, 2) seni, dan 3) inovasi teknologi. Kondisi ini sering disebut sebagai rezim ekonomi berbasis ilmu pengetahuan atau Knowledge-Based Economy (KBE).

Potensi sumberdaya manusia (human capital) menjadi tumpuan kekuatan utama. Rezim ini memerlukan sumberdaya manusia yang kompeten, cerdas, kreatif dan inovatif untuk bergelut di dunia bisnis dan industri. Mereka adalah para inovator yang mampu mengimplementasikan gagasan-gagasan kreatifnya menjadi kemampuan ber-inovasi.

Untuk itu perlu dikembangkan jiwa intepreneur. Bagi pemuda berpendidikan tinggi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka harus mampu menjadi technopreneur. Technopreneur merupakan gabungan dari TEKNOLOGI (kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan KEWIRAUSAHAAN (seseorang/unit yang mampu bekerja sendiri untuk mendatangkan keuntungan melalui proses bisnis/usaha). Technopreneur menjadi realita baru yang dipicu oleh perkembangan knowledge-based economy atau ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Era ini menyebabkan terjadinya pergeseran arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Semula pengetahuan (knowledge) sebagai tujuan akhir para ilmuwan semata, kini ilmu pengetahuan menjadi sumberdaya yang berguna bagi masyarakat luas tatkala ilmu pengetahuan dicari, diperoleh dan diaplikasikan untuk memutar roda ekonomi.

Kolaborasi para akademisi/peneliti dengan usahawan akan dapat mengubah hasil penelitian atau penemuan-penemuan Iptek menjadi produk-produk yang dapat dipasarkan secara komersial di dalam maupun di luar negeri.

Salah satu misi pembangunan Sumatera Selatan difokuskan pada pembangunan Iptek yaitu misi ke 5, “Membangun dan menumbuhkembangkan pusat-pusat inovasi yang berbasis pada lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk meningkatkan nilai tambah dan produktivitas sektor ekonomi berkelanjutan”.

Tampak jelas bahwa Sumatera Selatan mengarah pada era ekonomi berbasis Iptek melalui inovasi Iptek untuk meningkatkan nilai tambah dan produktivitas sektor ekonomi berkelanjutan. Untuk menjamin berfungsinya triple helix, pada tahun 2010 ini, pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Riset dan Teknologi RI membangun Sistem Inovasi Daerah (SIDA).

Dengan adanya sistem inovasi daerah, diharapkan terjadi sinergi antara lembaga litbang/Perguruan Tinggi, dunia usaha dan pemerintah menuju era ekonomi berbasis Iptek. Pemerintah provinsi Sumatera Selatan menyadari bahwa peranan sektor swasta/dunia usaha, lembaga litbang/perguruan tinggi amatlah penting.

Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 maka kreativitas dan inovasi menjadi salah satu prioritas percepatan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut juga menjadi salah satu prioritas pemerintah Sumatera Selatan untuk meningkatkan pembangunan bidang Iptek dan inovasi, yang pada akhirnya diharapkan akan dapat mewujudkan peluang-peluang ekonomi baru berdaya saing tinggi dan lahirnya technopreneur handal dalam bidangnya.

KONSEP SIDa SUMATERA SELATAN

Ada beberapa definisi yang perlu dipahami menyangkut Sistem INovasi antara lain :

“Inovasi adalah implementasi produk baru atau secara signifikan lebih baik (barang atau jasa), atau proses baru, metode pemasaran baru, atau metode organisasi baru ke dalam praktek bisnis sehingga menjadi lebih bermanfaat” (Oslo Manual, 2005)

“Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi” (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008)

Sistem Inovasi adalah konsep tentang penataan jejaring yang kondusif diantara para pelaku (actor lembaga) lembaga iptek dalam suatu sistem yang kolektif dalam penciptaan (creation), penyebaran (diffusion), dan penggunaan (utilization) ilmu pengetahuan (knowledge) untuk pencapaian inovasi” (Nelson, 1993)

Secara umum Sistem inovasi Daerah Sumatera selatan melibatkan 3 unsur yaitu :

1) Para peneliti dari lembaga litbang dan perguruan tinggi . Di Sumatera Selatan telah terbentuk asosiati peneliti dengan Sk Gubernur Sumatera Selatan No : 478/KPTS/ Balitbangda/2010 yang terdiri dari para peneliti dari Balitbangda dan perguruan tingggi serta lembaga vertikal lainya seperti Baristand, Balai penelitian karet dan lain lain. Keberadaan asosiasi ini penting karena para peneliti ini sebagai penghasil Iptek.

2) Dunia bisnis/industri/lembaga keuangan yang akan memanfaatkan Ipek , dan Peran dunia bisnis dalam memanfaatkan hasil iptek diharapkan dapat dimanfaatkan guna menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing, meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan wirausaha baru. pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Balitbangda) telah memfasilitasi dengan membentuk Badan intermediasi yaitu Serambi Difusi Iptek. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan adalah temu bisnis dengan para pengusaha serta mengadakan MOU dengan KADIN Sumatera Selatan. Dimana diharapkan anggota Kadin akan mengimplementasikan inovasi teknologi yang akan tumbuh dengan adanya SIDa di Sumsel.

3) Pemerintah sebagai regulator Agar hasil iptek yang dihasilkan oleh peneliti dapat menjadi industri, pemerintah diharapkan berperan melalui dukungan regulasi dan pendanaan yang memadai. Keseriusan Pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam membangun SiDa tertuang dalam misi Gubernur Sumatera Selatan No 5 yaitu :Membangun dan menumbuhkembangkan pusat-pusat inovasi yang berbasis pada perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk meningkatkan nilai tambah dan produktivitas sektor ekonomi berkelanjutan.Sementara itu dukungan dari DPRD Sumatera Selatan mendukung sistem Inovasi daerah melalui kebijakan di setiap sektor

Tim Sida Sumatera Selatan merupakan gabungan dari beberapa Dinas dan badan yang terdiri dari : Balitbangda, Dinas Koperasi, Dinas Perindag, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Bapeda dan Biro ekonomi. Selain itu tim SIDa Sumsel telah membentuk badan intermediasi untuk mempertemukan antara para peneliti dengan dunia bisnis yaitu serambi difusi IPTEK. Komponen lain yang berperan dalam SIDa adalah :

1. Inkubator Teknologi Sumatera Selatan didirikan berdasarkan SK Gubernur Sumsel No:282/KPTS/Balitbangda/2010 Tgl 15 april 2010. Tujuan dari didirikanya inkubator teknologi diharapkan sebagai pusat inovasi dan pencetak wirausaha baru

2. Sentra Hak kekayaan Intelektual (HKI) SK Gubernur Sumatera Selatan 280/KPTS/Balitbangda 2010 tanggal 9 April 2010 tujuan dibentuknya sentra HKI untuk melindungi kekayaan intelektuakl yang dimiliki oleh masyarakat sumsel baik bersifat komunal maupun personal.

3. Pendanaan diharapkan peran perbankan, Lembaga ventuara,lembaga keuangan lainya serta program kemitraan yang ada dalam Community Social Responsibility (CSR) di beberapa perusahaan

Kegiatan Pengembangan SIDa Sumatera Selatan

1. Workshop Sistem Inovasi Daerah bagi Tim SIDa.

2. Identifikasi Sub Sistem SIDa yang telah ada.

3. Menumbuhkan Sub Sistem yang belum ada.

4. Workshop Manajemen Inovasi.

5. Workshop Pusat Bisnis Inovasi.

6. Kajian Potensi Inovasi tematik/sektor.

7. Diskusi Tim SIDa Lintas sektor (ABGL) secara periodik berdasar produk tematik.

8. Pertemuan dengan komunitas litbang secara periodik (Asosiasi peneliti, jejaring litbang, PT).

9. Pertemuan dengan KADIN dan Asosiasi Pengusaha berdasar tematik.

10. Membangun komitmen kab/kota se Sumatera Selatan..

11. Penyusunan draft Rencana Aksi SIDa.

12. Seminar SIDa (ABG), Road Show ke stakeholder..

13. Penyempurnaan Rencana Aksi SIDa.

14. Temu Bisnis berkala.

15. Aplikasi inovasi teknologi level makro, meso & mikro dalam kerangka SIDa..

16. Penghargaan bagi Inovator Sumatera Selatan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s