Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDa) PROVINSI BENGKULU September 30, 2011

Filed under: Umum — Urip Santoso @ 11:01 pm
Tags: ,


LATAR BELAKANG

Ada beberapa hal yang medasari pentingnya Sistem Inovasi Daerah dibentuk. Dalam dasawarsa terakhir ini terjadi pergeseran dari ekonomi yang berbasis industri menuju ke ekonomi berbasis pengetahuan. Selain itu, daya saing daerah  ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan modal SDM melalui inovasi. Sistem inovasi dibutuhkan dikarenakan juga oleh  karakteristik pasar yang dinamis, kompetisi global, kecenderungan membentuk jejaring, posisi tenaga kerja dengan upah tinggi, keterampilan luas dengan berbagai disiplin, pembelajaran tanpa kenal waktu dan sepanjang hayat, dan pengelolaan SDM kolaboratif serta  rendahnya jiwa kewirausahaan masyarakat. Kondisi ini mendesak dibentuknya suatu sistem untuk mengatasi permasalahan di masyarakat yang semakin kompleks.

Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Bengkulu antara lain SDM berkualitas rendah; pertumbuhan ekonomi kurang bermutu yang didominasi oleh sektor konsumsi, sektor keuangan, dan sektor riil yang tidak bisa diperdagangkan.  Selain itu, antara perusahaan besar dan usaha rakyat belum terjalin kerjasama secara produktif dan sinergis. Satu hal lagi yang menjadi masalah adalah kerusakan lingkungan dan marginalisasi masyarakat serta biaya  dan risiko tinggi.

Animo masyarakat Bengkulu bahwa PNS masih menjadi prioritas utama dalam pencarian kerja. Padahalmajunya suatu daerah bukan ditentukan oleh banyaknya aparatur negara (PNS) tetapi seberapa jauh sektor swasta berkembang. Negara yang maju dan makmur merupakan salah satu ciri utamanya memiliki jumlah pengusaha sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya, sedangkan, Indonesia hanya sebesar 0,18%.. Jadi, Bengkulu harus mampu mendorong tumbuhnya sektor swasta dengan jalan mempermudah mekanisme penanaman investasi dan fasilitas umum yang mendukung tumbuhnya sektor swasta.

DEFINISI SISTEM INOVASI

Sistem Inovasi Daerah (SIDa) merupakan sebuah pola pendekatan pembangunan daerah yang dilakukan secara sistemik dan sistematis. Melalui pendekatan pembangunan SIDa ini, keseluruhan pelaku, lembaga, jaringan, kemitraan, aksi, proses produksi dan kebijakan yang mempengaruhi arah perkembangan, kecepatan dan difusi inovasi serta proses pembelajaran dilaksanakan untuk mencapai pembangunan sebuah daerah.

Sistem Inovasi pada dasarnya merupakan suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, hubungan, jaringan, interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajaran.

PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN STRATEGI INOVASI DAERAH

Beberapa yang menjadikan prinsip dasar pengembangan strategi inovasi daerah meliputi cara berpikir strategis dan konsisten dengan kerangka jangka panjang, strategi Inovasi Daerah yang menjadi agenda prioritas daerah dan merupakan bagian integral dari strategi pembangunan daerah, Stratregi inovasi daerah merupakan kebijakan strategis peningkatan daya saing daerah, Berfokus pada potensi terbaik setempat dan terbuka pada ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi kemajuan daerah, dan Menetapkan tujuan yang jelas dan capaian yang rasional.

Cara pandang ini memberikan sandaran dan kerangka kerja bagi kita secara sendiri maupun bersama tentang pentingnya pendekatan sistemik / holistik, ketidaklinieran sifatnya, dan pentingnya interaksi, kemitraan dan sinergitas berbagai elemen sistem serta pentingnya peran pemerintah untuk menghasilkan koherensi berbagai kebijakan terkait yang biasa disebut dengan kebijakan inovasi.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH

  1. Visi pembangunan ekonomi lokal berbasis IPTEKMAS.
  2. Mendayagunakan segenap potensi pembangunannya secara efisien guna menghasilkan pertumbuhan ekonomi berkualitas secara berkelanjutan.
  3. Mengembangkan daya saing ekonomi daerah melalui inovasi
  4. Proteksi terhadap sektor-sektor ekonomi lokal yang daya saingnya masih rendah dengan membentuk jejaring.
  5. Memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan.
  6. Menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik investor. Salah satunya dengan meninggalkan budaya birokrasi berlebihan dengan meningkatkan profesionalisme kerja.
  7. Menciptakan perlindungan dan kepastian hukum bagi investor.
  8. Menciptakan kebijakan berdasarkan asas keberlanjutan yang berwawasan lingkungan.

Konsep pengembangan SIDa yang dapat dilakukan dengan menggunakan model SIDa Government Procurement Model atau Framework Condition Model atau kedua-duanya.

Untuk pengembangan model  SIDa diperlukan 18 langkah komprehensif  yaitu :

  1. Identifikasi Sosial Ekonomi Budaya Masyarakat
  2. Penentuan Prioritas Utama Pengembangan dan Sasaran
  3. Sosialisasi Awal Program dan Dialog Partisipatif Masyarakat
  4. Identifikasi Kebutuhan dan Masalah yang Ada
  5. Analisa SWOT
  6. Penyiapan dan Penunjukan “Champion” Program
  7. Penyiapan Pendamping
  8. Pembentukan Organisasi/Komite Tingkat Lokal
  9. Penyiapan Forum Komunikasi antar Lembaga dan Organisasi
  10. Kolaborasi, Keterlibatan, Networking Kelembagaan
  11. Pelatihan, Workshop, Seminar, dan Pendampingan
  12. Pemberian Insentif Modal/Bantuan
  13. Pengembangan Pusat Informasi dan Basis Data
  14. Pemberian Bantuan Modal Pinjaman Lunak dan Pendampingan Insentif
  15. Peningkatan Standar Mutu dan Sertifikasi
  16. Pengembangan Industri: Turunan, Terkait dan Pendukung
  17. Promosi dan Pameran Produk dan Potensi
  18. Monitoring dan Evaluasi

KERANGKA KEBIJAKAN SIDa

Kerangka kebijakan SIDa, meliputi enam agenda inovasi. “Pertama yaitu mengembangkan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis, kedua memperkuat kelembagaan dan daya dukung iptek/litbang serta mengembangkan kemampuan absorpsi oleh industri, termasuk UKM. Agenda ketiga yaitu menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, praktik terbaik dan hasil litbang. Sementara agenda keempat adalah mendorong budaya inovasi. Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi dan klaster industri nasional dan daerah serta penyelarasan dengan perkembangan global merupakan dua agenda inovasi lainnya yang harus dilakukan.

APA YANG HARUS DISIAPKAN?

Untuk mendukung berjalannya SIDA dengan baik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah pusat :

1)       Mendukung pengembangan SDM daerah dengan memberikan pelatihan, dan pendidikan, dan sebagainya.

2)       Mendukung kerjasama tripartite (industri, lembaga riset pemerintah, universitas) tingkat daerah, antar daerah, dan dalam skala nasional. Menguatkan aktivitas dan fungsi institusi riset daerah untuk menjadi pendorong industri daerah dengan mempermudah pertukaran SDM antar daerah.

3)       Memindahkan sebagian dari fungsi riset Pemerintah Pusat ke daerah dalam Balai Besar Industri (BBI) atau membentuk beberapa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Daerah (BPPTD) dalam beberapa kawasan tertentu.

Ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh Pemerintah Daerah, yaitu

1)      Menentukan produk unggulan untuk tingkat DATI I yang merupakan kumpulan dari unggulan produk dari DATI II.

2)      Mendukung pembangunan sekolah-sekolah professional kejuruan yang mengarah kepada bidang teknologi (untuk DATI II), sedang untuk DATI I adalah pembangunan sekolah tinggi yang mengarah kepada penelitian yang berhubungan dengan kompetensi inti DATI I tersebut.

Intinya pusat inovasi di daerah  merupakan bentuk dari hasil kerja sama yang kuat antara unsur lembaga Litbang, akademisi, dunia usaha dan masyarakat di daerah di mana peran pemerintah daerah menjadi bagian terpenting dalam pengembangannya. Dengan munculnya produk-produk unggulan daerah yang dikemas dengan teknologi yang diproduksi para pelaku usaha di daerah, maka akan semakin meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pusat.

 

 

2 Responses to “PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDa) PROVINSI BENGKULU”

  1. Rudy Erdiansyah Says:

    Apakah 18 langkah komprehensif diatas merupakan sebuah standard, atau hasil sebuah penelitian agar SIDA dapat menjadi lebih berkembang? thanks

    • drdbengkulu Says:

      Ini adalah langkah standard yang bisa diacu dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik daerah. Tks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s