Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

PEMANTAUAN KUALITAS AIR SUMUR KOTA BENGKULU September 1, 2011

Filed under: keseehatan — Urip Santoso @ 11:20 pm
Tags: ,
Kebutuhan air semakin lama semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia dan pertambahan penduduk, peningkatan ini harus teramati baik dari sisi kualitas dan kuantitas. Di Kota Bengkulu rata-rata penduduk masih menggunakan air sumur sebagai air minum dan untuk kebutuhan sehari-hari. Potensi air tanah bervariasi antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, sehingga kualitas dan kuantitas  air yang satu dan yang lain pun tidak sama. Salah satu jenis sumber air bersih yang banyak digunakan adalah sumur gali.  Pembuatanya relatif sederhana dengan menggali hingga kedalaman tertentu dan menemukan mata air. Kedalamannya berbeda-beda, sebab keberadaan air dalam tanah tidak sama disetiap daerah bergantung jenis daerah dan topografi wilayah. Untuk mendapatkan air yang bersih ada beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi :

  1. Lokasi sumur cukup jauh dari sumber pencemaran (genangan air kotor, selokan, septic tank, sungai, tempat pembuangan sampah, dll)
  2. Lantai sumur kedap air biasanya di plaster semen, keramik, tegel minimal satu meter  dikelilingnya.
  3. Tidak ada retakan dilantai sumur sehingga memungkinkan air kembali lagi kedalam sumur.
  4. Untuk sumur yang menggunakan timba usahakan ember tidak terletak dilantai tetapi harus tergantung agar tercemar dari lantai sumur.
  5. Dilengkapi dengan penutup sumur jika sumur tidak digunakan.
  6. Air limbah disalurkan melalui saluran yang kedap air untuk dibuang ke sarana pembuangan air limbah (SPAL).
  7. Adanya dinding sumur minimal tiga meter dari permukaan tanah kebawah terbuat dari tembok kedap air.

Berbagai penyebab adanya pencemaran air di Kota Bengkulu seperti kegiatan pembangunan fasilitas pariwisata, infrastruktur, dan industri. Menanggapi fenomena tersebut telah dilakukan pengambilan sample air tanah di sumur gali penduduk yang terdapat di wilayah Kota bengkulu dengan mengunakan metode Cluter Randam Sample. Variable utama yaitu parameter kualitas air yaitu : Suhu air , pH, BOD, COD, DO, Fecial Coliform, total coliform dan beberapa logam berat.

Dari hasil uji laboratorium didapat kan hasil sebagai berikut :

 

 

 

 

 

  No

Lokasi Pengambilan Sample

Koordinat sample

   PH    BOD    COD    DO        Keterangan
  1. Kecamatan Gading Cempaka

03o 50’ 128” LS

102o 18’28” BT

8.64

2.93

16.5

2.69

Tercemar Ringan
  2. Kecamatan Ratu Agung

03o 48’ 612” LS

102o 16’552” BT

8.86

30.8

16.5

2.98

Tercemar Ringan
  3. Kecamatan Ratu Samban

03o 48’ 069” LS

102o 15’948” BT

8.64

2.79

19.8

1.23

Tercemar Ringan
  4. Kecamatan Selebar

03o 50’ 475” LS

102o 19’750” BT

8.69

3.40

12.5

2.75

Tercemar Ringan
  5. Kecamatan Sungai Serut

03o 47’ 245” LS

102o 17’965” BT

8.49

3.20

13.7

2.38

Tercemar Ringan
  6. Kecamatan Teluk Segara

03o 47’ 625” LS

102o 15’261” BT

8.62

1.93

19.5

3.28

Tercemar Ringan
  7. Kecamatan Kapung Melayu

03o 53’ 988” LS

102o 19’454” BT

8.28

4.10

17.2

2.51

Tercemar Ringan
  8. Kecamatan Muara Bangkahulu

03o 45’ 775” LS

102o 17’509” BT

8.38

35.1

12.9

2.66

Tercemar Ringan

Sumber  :   Data Primer Hasil Analisa Sample Air Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, UNIB Bengkulu, Mei 2010 Pembanding data : Peraturan Provinsi Bengkulu No. 6 Tahun 2005 tentang baku mutu kualitas air

 

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut terlihat bahwa kondisi air sumur masyarakat tercemar ringan karena semua parameter yang diamati menunjukkan hasil diatas ambang baku mutu kelas air. Disamping itu juga terdapat kecendrungan makin meningkatnya tekanan terhadap kuantitas dan kualitas air, baik air permukaan maupun air tanah akibat kerusakan daerah tangkapan air dan pelangaran sumberdaya air. Untuk itu Pemerintah Kota Bengkulu perlu melakukan perbaikan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

  1. Meningkatnya koordinasi yang lebih intensif antara instansi terkait dalam pelestarian sumberdaya air.
  2. Menetapkan Raperda tentang Perlindungan Sumber Air baku menjadi Perda.
  3. Membuat program kali bersih (prokasi), penetapan kelas baku mutu air minum , dan pemantauan kualitas air secara berkala.
  4. Perlu terus sosialisasi pengalihan pembuangan limbah ini di sumber air baku ke sistem septic tank.
  5. Mengelola daerah tangkapan air yang dikaitkan dengan DAS ditunjang oleh perencanaan wilayah, pengawasan sumber daya air dan Lingkungan.
  6. Melibatkan masyarakat dalam pengkajian pengelolaan DAS, pemulihan ekosistem dan pemulihan ekosistem sungai dan sumber-sumber air lainnya.
  7. Melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan oleh semua unsur terkait, termasuk masyarakat dan LSM.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s