Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak Penduduk Bengkulu August 4, 2011

Filed under: Peternakan — Urip Santoso @ 10:58 pm
Tags: , , , ,

Selain untuk kecerdasan, protein hewani dibutuhkan untuk daya tahan tubuh. Protein hewani berperanan penting dalam mencegah terjadinya anemia pada orang yang menggunakan otot untuk bekerja keras. Gejala anemia tersebut dikenal dengan istilah “sport anemia”. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi protein yang tinggi, dimana sebanyak 50% dari protein yang dikonsumsi harus berasal dari protein hewani.

  1. Kebutuhan protein untuk kesehatan yang optimal adalah 1 g/kg berat badan. Jadi jika Anda mempunyai berat badan 60 kg maka  Anda harus mengkonsumsi 60 g protein setiap harinya. 25%nya berasal dari sumber protein asal hewan dan 75% berasal dari sumber protein nabati. Jika dihitung 45 g protein nabati dan 15 g protein hewani, yang dibagi menjadi 6 g protein hewani asal ternak dan 9 g protein hewani asal ikan.
  2. Standar kecukupan protein hewani  asal ternak yang dikeluarkan oleh Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (LIPI, 1989) adalah 6 g/kapita/hari setara dengan daging 10,3 kg, telur 6,5 kg dan susu 7,2 kg/kapita/tahun.
  3. Tahun 2004 konsumsi protein asal ternak 4,7 g/kapita/hari, sementara Malaysia , Thailand dan Filipina rata-rata 10 g/kapita/hari, Korea, Brazil dan Tiongkok sebesar 20-40 g dan Negara maju seperti AS, Perancis, Jepang , Kanada dan Inggris sebesar 50-80 g/kapita/hari.
  4. Konsumsi protein hewani asal ternak masyarakat Indonesia sekarang ini sebesar 4,19 g/kapita/ hari setara dengan daging sebesar 5,25 kg, telur 3,5 kg, dan susu 5,5 kg/kapita/tahun.
  5. Tahun 2003 konsumsi daging unggas di Indonesia  3,65 kg/kapita/tahun, sementara Malaysia  36,7 kg, Thailand 13,5 kg, Filipina 7,5 kg, Vietman 4,6 kg dan Myanmar 4,2 kg. Tingkat konsumsi susu pada tahun 2004 Indonesia sebesar  8 l/kapita/tahun, sementara Malaysia 25 l, India 45 l dan dunia 40 l/kapita/tahun.
  6. Tahun 2004 tingkat konsumsi telur  4,4 kg/kapita/tahun. Ini lebh rendah daripada Malaysia 14,4 kg, Thailand 9,9 kg, dan Filipina 6,2 kg.
  7. Tahun 2003 tingkat konsumsi ikan di Indonesia adalah 21,8 kg/kapita/tahun, padahal standard  kecukupan ikan di Indonesia ditetapkan sebanyak  26,25 kg/kapita/tahun.
  8. Upaya peningkatan konsumsi protein asal ternak ini dapat dilakukan melalui: a) peningkatan pendapatan; b) peningkatan kesadaran gizi melalui kampanye gizi dan contoh nyata dari para tokoh masyarakat.

Bagaimana dengan konsumsi protein hewani asal ternak di provinsi Bengkulu? Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa pada tahun 2008 mencapai 3,35 g/kapita/hari atau 55,83% dari Standard Nasional sebesar 6 g/kapita/hari. Rinciannya daging 1,57 g, telur 1,48 g dan susu 0,3 g/kapita /hari. Tahun 2009 mencapai 3,39 g/kapita/hari atau 56,5% dari Standard nasional. Rinciannya daging 1,69 g, telur 1,39 g dan susu 0,31 g/kapita/hari. Tahun 2010 mencapai 3,07 g/kapita/hari atau 51,17% dari standard Nasional. Rinciannya daging 1,37 g, telur 1,39 dan susu 0,31 g/kapita/hari. Jadi terjadi penurunan konsumsi protein asal ternak sebesar 5,33%.

Jumlah ketersediaan daging, telur dan susu di Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut. Tahun 2008 daging 7.529,33 ton, telur 1.203,53 ton dan susu 832,30 ton. Tahun 2009 daging 8.577,91 ton, telur 1.295,63 ton dan susu 1.055,38 ton. Tahun 2010 daging 6.776,38 ton, telur 1.528,67 ton dan susu 1.127,93 ton.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s