Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS ALAT KONTRASEPSI TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA AIR DINGIN KABUPATEN KAUR May 11, 2011

Filed under: kesehatan — Urip Santoso @ 6:45 am
Tags: ,

oleh :

Tiara Rezka Alwie, S.Sos

PENDAHULUAN

Jumlah penduduk dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini merupakan masalah yang cukup serius, tidak saja bagi negara-negara yang berkembang seperti Indonesia tetapi juga negara-negara lain di dunia ini. Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi sudah tentu menimbulkan masalah yang rumit bagi pemerintah dalam usaha mengembangkan dan meningkatkan taraf hidup warga negaranya. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (menambah jumlah penduduk), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi oleh jumlah kematian yang terjadi pada semua golongan umur. Kenyataan menunjukkan kelahiran bayi tiap hari lebih banyak bila dibandingkan dengan banyak kematian. Dengan demikian apabila peristiwa ini terus-menerus berlangsung maka jumlah penduduk didunia akan selalu bertambah. Untuk mengendalikan jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi, pemerintah mencanangkan suatu gerakan Keluarga Berencana Nasional dengan tujuan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. Gerakan Keluarga Berencana Nasional ini disebarkan ke seluruh daerah di  Indonesia termasuk di Kabupaten Kaur. Dengan adanya program ini masyarakat diperkenalkan dengan berbagai jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan diharapkan banyak kelahiran dari tahun ke tahun dapat dikendalikan. Faktor-faktor yang akan kami analisis adalah pengaruh alat-alat kontrasepsi terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Kaur sehingga diharapkan akan dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan. Berdasarkan persoalan diatas, maka penulis bermaksud mengambil judul “Pengaruh Penggunaan berbagai Jenis Alat Kotrasepsi terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Air Dingin Kabupaten Kaur”.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

a)      Apakah ada Pengaruh Penggunaan berbagai Jenis Alat Kotrasepsi terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Air Dingin Kabupaten Kaur?

b)      Berapa besar Pengaruh Penggunaan berbagai Jenis Alat Kotrasepsi terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Air Dingin Kabupaten Kaur?

Dalam penulisan karya ilmiah ini hanya akan membahas efek dari pemakaian berbagai jenis alat kontrasepsi di Desa Air Dingin Kabupaten Kaur, karena didesa ini banyak yang tercatat sebagai akseptor aktif, dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

a)      Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari penggunaan berbagai jenis alat kontrasepsi terhadap Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Kaur?.

b)      Untuk mengetahui berapa besar pengaruh dari penggunaan berbagai jenis alat kontrasepsi terhadap Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Kaur.

 

Dalam penulisan laporan karya ilmiah ini sistematika penulisan adalah sebagai berikut :

1. Bagian pendahuluan laporan yang terdiri dari : halaman judul, halaman pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, dan daftar lampiran.

2. bagian isi laporan terdiri dari :

a) Bab I Pendahuluan meliputi : Latar belakang, rumusan masalah dan

pembatasannya, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.

b) Bab II Telaah Pustaka yang meliputi : Pengertian dan jenis Kontrasepsi, Uraian Keluarga Berencana dan kependudukan,serta kesehatan reproduksi,

c) Bab III Isi dan Pembahasan meliputi: Hasil analisis dan pembahasannya.

d) Bab IV Penutup meliputi : Kesimpulan dan saran

3. Bagian akhir dari laporan adalah daftar pustaka dan lampiran.

 

                                                 TELAAH PUSTAKA

Pada kesempatan ini disuarakan pentingnya dukungan semua elemen bangsa agar tewujudnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk melaksanakan ketertiban dunia diperlukan percepatan pembangunan kesejahteraan rakyat dengan memprioritaskan program dan kegiatan : penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, kemampuan merespon cepat dalam menangani masalah kesejahteraan rakyat serta pembangunan dan infestasi sumber daya manusia guna mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Program KB Nasional adalah bertujuan untuk membangun masyarakat yang lebih maju aman, tentram, adil, makmur dan sejahtera serta merupakan bagian integral dari pembangunan Indonesia. Oleh sebab itu keberhasilan program KB Nasional akan berkontribusi secara bermakna terhadap kesejahteraan rakyat. Keluarga Berencana yang tertuang dalam Undang-Undang RI No. 52 tahun 2009 merupakan upaya mengatur kelahiran anak, mengatur jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui upaya aktif perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi agar terwujud keluarga yang berkualitas.

Dengan demikian KB merupakan upaya yang mulia untuk meningkatkan kesehatan ibu dan mengangkat derajat kehidupan perempuan. KB mengendalikan pertumbuhan penduduk serta menyiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul. (http://jatim.bkkbn.go.id/news).

Pertumbuhan penduduk diperkotaan disatu sisi, menyebabkan pertumbuhan penduduk pedesaan mengalami stagnasi dan bahkan terdapat kecenderungan menurun. Hal ini juga menunjukan adanya perubahan masyarakat pedesaan yang telah manjadi perkotaan.perbandingan kecepatan pertumbuhan penduduk perkotaan dan perdesaan yang semakin besar yaitu 6:1 menjadi 14:1.(Materi Advokasi dan KIE, Program KB Nasional, BKKBN Jakarta tahun 2009).

Sosialisasi peningkatan pengetahuan tentang penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, yaitu pencegahan kanker alat reproduksi kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah kanker payudara, deteksi dini kanker alat reproduksi melalui pelayanan pap smear yang dapat meningkatkan keamaan dan kenyamanan bagi setiap peserta KB dan menghilangkan rumor bahwa kontrasepsi merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker (informasi program KB Nasional No. 5 tahun 2009).

Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah kehamilan, Kontrasepsi ideal harus memenuhi syarat:

1.      Dapat dipercaya

2.      Tidak menimbulkan efek yg mengganggu kesehatan

3.      Daya kerja dpt diatur sesuai kebutuhan

4.      Tidak menimbulkan gangguan ketika koitus

5.      Tidak memerlukan motivasi terus menerus

6.      Mudah pelaksanaannya

7.      Murah harganya

8.      Dapat diterima penggunaanya oleh pasangan yang bersangkutan

JENIS ALAT KONTRASEPSI.

  1. Kondom
  2. Diafragma (kondom wanita)
  3. Pil
  4. Suntikan
  5. Implan
  6. AKDR
  7. Kontrasepsi Mantap

ISI DAN PEMBAHASAN

KONTRSEPSI DENGAN ALAT

  1. KONDOM

–          Cara Kerja : Menghalangi spermatozoa kedalam traktus genitalia interna

–          Keuntungan: mencegah kehamilan, Perlindungan PMS, murah, sederhana, disposable,pria ikut aktif dlm program KB

–          Efek samping kondom tidak ada, kecuali jika ada alergi terhadap bahan karet

  1. DIAFRAGMA

–          Cara Kerja: Sejenis kondom wanita yg berbentuk mangkok yg dipasang pada alat genitalia wanita yg dipasang sebelum melakukan hubungan seks.

–          Keuntungan: efektif, aman, hanya dipakai bila diperlukan, tidak mempengaruhi laktasi.

–           Efek Samping: hanya satu efek samping minor yaitu timbul sekret yg berbau bila kap sevik terlalu lama dalam vagina, infeksi traktus urinarius, iritasi, alergi

  1. SPERMISID VAGINA

–          Vaginal Cream

–          Vaginal foam

–          Vaginal jelly

–          Vaginal supositoria

–          Vaginal tablet (busa)

–          Vaginal Soluble film

Cara kerja : Menghalangi/mematikan spermatozoa
Efek Samping : hampir tidak ada

4.   PIL KOMBINASI

–          Cara Kerja

Komponen estrogen dalam pil akan menekan sekresi FSH menghalangi maturasi folikel dan ovarium sehingga tidak terjadi ovulasi Komponen progesteron mempunyai khasiat mengentalkan lendir servik, mengganggu kapasitasi spermatozoa, menyulitkan implantasi ovum yg telah dibuahi

–          Efek Samping

Mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mamma, fluor albus, bertambahnya berat badan, spotting dan breakthrough bleeding, acne, trombo emboli, hipertensi .

  1. Mini Pil

–          Efek utamanya terhadap lendir sevik dan endometrium sehingga nidasi blastokis tidak terjadi

–          Efek samping: perubahan pola haid

  1. Suntikan (Devo Provera)

Depo provera Merupakan 6-alfa-medroksiprogesteron Mempunyai efek progestagen yg kuat dan efektif

–          Keuntungan

1.      Efektifitas tinggi

2.      Sederhana pemakaiannya

3.      Cocok untuk ibu yg menyusui anaknya

4.      Reversibel

–          Efek Samping

1.      Sering menimbulkan perdarahan yg tidak teratur (spotting, breakthrough bleeding)

2.      Dapat menimbulkan Amenorea

  1. Implant

Contoh dari Implant: Norplant

‘ Merupakan alat kontrasepsi yg mengandung levonorgestrel yg dibungkus dalam kapsul polydimethylsiloxane dan disusukkan ke bawah kulit’ Berisi 6 kapsul dg daya kerja 5 tahun

–          Kelebihan: perdarahan lebih ringan, tidak menaikkan tekanan darah, lebih reversibel

–          Efek samping: gangguan pola haid (spotting), perdarahan haid memanjang (metrorrhagia), mual, anorexia, sakit kepala, kadang-kadang terjadi perubahan pada libido.

  1. AKDR

Merupakan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

–          Mekanisme Kerja: Menimbulkan reaksi peradangan endometrium yg disertai dg sebukan leukosit yg dapat menghancurkan blastokista atau sperma, meningkatkan kadar prostaglandin sehingga menghalangi nidasi

Jenis: Lippes loop, Cu-T, Cu-T 380 A, Multiload 250, Ota ring, Antigon F

Keuntungan

  1. Umumnya hanya satu kali pemasangan sehingga satu motivasi
  2. Tidak menimbulkan efek sistemik
  3. Ekonomis
  4. Efektifitas cukup tinggi
  5. Reversibel

Efek Samping

  1. Perdarahan
  2. Rasa nyeri dan kejang pada perut
  3. Gangguan pada suami
  4. Ekspulsi (pengeluaran sendiri)
  1. Kontrasepsi Mantap

Tubektomi: pada kedua tuba falopii wanita

Vasektomi: pada kedua vas deferen pria

Indikasi: pasangan suami istri tidak menghendaki lagi kehamilan Efek Samping

  1. Wanita: spotting, perubahan pola haid
  2. Pria: rasa sakit/ rasa tidak enak, infeksi, hematoma, granuloma

Dari semua pola pemakaian kontrasepsi di desa Air Dingin Kabupaten Kaur sebagaimana tahun tahun sebelumnya masih didominasi oleh suntikan dan Pil. Metode kontrasepsi jangka panjang seperti inplan, IUD, MOU dan MOP kontribusinya masih dibawah 10% (Pendataan BKKBN Kabupaten Kaur, tahun 2010).

KESIMPULAN DAN SARAN

Program KB mempunyai peran besar dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia, pola pemakaian kontrasepsi masih didominasi oleh suntikan dan pil sedangkan metode kontrasepsi jangka panjang seperti (IUD, Inplan, MOU, MOP) kontribusinya masih relatip kecil. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dalam upaya mengurangi efek samping komplikasi dan kegagalan penggunaan alat kontrasepsi, maka peningkatan interaksi klien dan provider dalam proses informed choice dan penerapan informed concent serta penerapan Standar Operasional Prosedur harus dilakukan sebaik-baiknya. Kasus kegagalan dan komplikasi terbanyak adalah pada pemakaian alat/obat IUD dan Inplan. Program KB memberikan nilai tambah nagi kualitas bangsa, Karena memberikan ruang gerakyang lebih luas bagi keluarga untuk meningkatkan kualitas SDM, menghemat sumber daya alam dan energy, menyesuaikan dengan daya dukung lingkungan serta membuka peluang untuk menjadi bangsa yang maju dan mandiri.

Perlu dilakukan pembinaan dan mengoptimalkan pelayanan baik di Rumah Sakit Pemerintah, Swasta dan menjamin ketersediaan alat kontrasepsi baik jumlah maupun jenis bagi keluarga miskin ditempat pelayanan kesehatan statis maupun mobile, termasuk posyandu melalui program Jaminan Ketersediaan Kontrasepsi. Penanggulangan masalah kesehatan reproduksimerupakan salah satu aspek dalam program KB Nasional yang perlu ditingkatkan melalui promosi ditempat pelayanan KB dan kesehatan, agar seluruh keluarga terhindar dari masalah kesehatan reproduksi seperti HIV dan AIDS serta kanker alat reroduksi dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Kependudukan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN), Edisi Eksekutif, Informasi Program Keluarga Berencana Nasional, Nomor 5 Tahun 2009

Badan Kependudukan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN), Informasi Program Keluarga Berencana Nasional, Nomor 1 Tahun 2010

Badan Koordinasi Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN), Materi Advokasi dan KIE, Program KB Nasional, Jakarta Tahun 2009

Badan Koordinasi Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN), Warta Program KB di Provinsi Bengkulu, Tahun I dan II  Tahun 2009

Hernasari, Astri. dr. 2011. Kontrasepsi, Bengkulu, Dinas Kesehatan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s