Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

JALAN KELUAR RUSAKNYA JALAN BENGKULU May 10, 2011

Filed under: perhubungan — Urip Santoso @ 4:05 am
Tags: ,

 Oleh: Hardiansyah, ST. MT                                                                                           

Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNIB

Jalan adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun, meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya, yang diperuntukkan bagi lalulintas. Jalan itu sendiri dibagi atas jalan umum yaitu jalan yang diperuntukkan untuk umum, jalan khusus yaitu selain jalan diatas, dan jalan Tol yaitu jalan yang diperuntukkan umum namun dikenakan tarif kepada penggunanya. Berdasarkan definisi tersebut mengandung makna bahwa infrastruktur jalan bisa berupa perkerasan lentur (flexible pavement), perkerasan kaku (rigid pavement), dan perkerasan komposit atau gabungan keduanya, selanjutnya jalan yang utuh adalah jalan yang memiliki kelengkapan berupa rambu, marka, trotoar, penerangan dan lain-lain yang sifatnya dapat mendukung kinerja jalan. Kenyataan yang terjadi masih banyak infrastruktur  jalan dengan kelengkapan yang sangat minim, penyebabnya karena tidak berfungsi dengan baik atau malah bahkan belum terpasang sejak jalan tersebut difungsikan.

Infrastruktur jalan diklasifikasikan atas tiga, pertama  berdasarkan wewenang pembinaan yang dibagi atas jalan negara yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan dana pengelolaan APBN, jalan provinsi dan  jalan kabupaten/kota yang dilakukan oleh pemda tingkat I dan II yang dana pengelolaannya APBD serta jalan desa yang hanya diupayakan oleh masyarakat. Klasifikasi kedua berdasarkan peranan terdiri atas jalan Arteri yaitu jalan yang  melayani angkutan utama dengan ciri-ciri jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisisien. Selanjutnya Jalan kolektor yaitu jalan yang melayani angkutan pengupulan/pembagian dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi. Terakhir adalah Jalan lokal, yang melanyani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalan jarak dekat, kecepatan jarak rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Klasifikasi ketiga berdasarkan Muatan Sumbu Terberat (MST) terdiri atas Jalan Kelas I, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor  termasuk muatan dengan lebar  ≤ 2,50 m dan panjang ≤ 18 m dan MST > 10 Ton. Jalan Kelas II, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor  termasuk muatan dengan lebar  ≤ 2,50 m dan panjang ≤ 18 m dan MST ≤ 10 Ton. Jalan Kelas III A, yaitu jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor  termasuk muatan dengan lebar  ≤ 2,50 m dan panjang ≤ 18 m dan MST ≤ 8 Ton. Jalan Kelas III B, yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor  termasuk muatan dengan lebar  ≤ 2,50 m dan panjang ≤ 12 m dan MST ≤ 8 Ton. Jalan Kelas III C, yaitu jalan Lokal  yang dapat dilalui kendaraan bermotor  termasuk muatan dengan lebar  ≤ 2,10 m dan panjang ≤ 9 m dan MST ≤ 8 Ton. Untuk jalan desa ialah jalan yang melayani angkutan pedesaaan dan wewenang pembinaanya oleh masyarakat serta mempunyai MST kurang dari 6 ton.

Provinsi Bengkulu dengan sepuluh kabupaten/kota memiliki ruas jalan yang termasuk dalam tiga klasifikasi diatas, ada Jalan Negara, ada Jalan Provinsi dan ada pula Jalan Kabupaten/Kota. Berdasarkan klasifikasi MST rata-rata ruas jalan yang ada hanya terbatas pada kelas IIIA, sehingga dengan kondisi beban angkut pengguna jalan yang mencapai lebih dari 8 ton kerusakan dapat dengan mudah terjadi bahkan seketika setelah dilalui. Tiga penyebab utama kerusakan jalan yang biasa terjadi, diantaranya adalah beban angkut yang melebihi MST yang disyaratkan oleh kelas jalan, dilalui terus menerus atau berulang-ulang, serta penuaan lapis perkerasan jalan atau telah melampaui umur rencana, misal jalan dengan umur rencana 10 tahun tapi sampai pada saatnya belum mendapat perbaikan.

Kejenuhan masyarakat Bengkulu terhadap kerusakan jalan dapat dikatakan telah sampai pada tahap puncak. Kerusakan hampir semua ruas jalan yang ada di Provinsi Bengkulu bahkan sebagian besar jalan dalam kota menurut pendapat masayarakat penyebabnya adalah angkutan batu bara dan angkutan hasil perkebunan seperti sawit. Banyak alternatif yang dapat dilakukan oleh penentu kebijakan mengingat kedua komenditi ini sangat penting bagi pendongkrak perekonomian masyarakat provinsi Bengkulu, sehingga kuranglah tepat jikalau kita menghakimi kedua penyebab ini dengan melakukan pelarangan beroperasi. Solusi yang dapat ditawarkan pertama adalah dengan mengalihkan angkutan batu bara menggunakan moda transportasi lain seperti angkutan laut, dan kedua adalah pemerataan pembangunan pabrik CPO disetiap kabupaten yang diiringi dengan penstabilan harga TBS setiap pabrik, upaya ini dapat meminimalkan angkutan sawit lintas Kabupaten yang melewati ruas jalan dalam Kota Bengkulu. Dengan demikian, kerusakan serupa diharapkan tidak  terulang kembali dikemudian hari.

 

One Response to “JALAN KELUAR RUSAKNYA JALAN BENGKULU”

  1. tacya Says:

    Sudah lebih dari setahun jalan tengah Bengkulu-Argamakmur Rusak parah. Bukan hanya jalan yang rusak, mobil ayah saya jadi ikutan rusak karena nyangkut di lobang yang dalam. Lebih lagi ketika menempuh perjalanan hujan di malam hari, Dengan kondisi jalan berlubang di genangi air. benar-benar mengganggu perjalanan. Di salah satu dusun ( saya lupa nama dusunnya) ada lobang dalam di tengah-tengah tebing tinggi. Sungguh memprihatinkan. Dii siang hari debu benar2 menghiasi .. kasiahan para pengendara motor. jangan sampai hal ini merusak pernafasan masyarakat. Mohon para pemimpin utamakan perbaikan jalan.. terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s