Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

KONFLIK SATWA LIAR DENGAN MANUSIA DAN UPAYA PENANGANANNYA DI PROPINSI BENGKULU April 28, 2010

Filed under: Sosial — Urip Santoso @ 11:03 pm
Tags: , ,

Oleh Nevee Dianty

LATAR BELAKANG

Hutan di Propinsi Bengkulu didalam kawasan Hutan Produksi , Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi ( Taman Nasional dan Balai KSDA ) kaya akan flora dan fauna mempunyai ekosistem yang beragam. Beberapa satwa besar juga hidup di kawasan hutan Propinsi Bengkulu seperti Harimau (Phantera tigris sumatrae) Beruang Madu ( Helarctos malayanus ), Gajah (Elephas maximus ) dan hewan lainnya, baik yang dilindungi atau belum di lindungi. Pada saat ini keberadaan satwa – satwa tersebut telah mulai terancam.
Kondisi hutan di dalam dan di luar kawasan konservasi Propinsi Bengkulu mengalami beberapa gangguan dan tekanan seperti perambahan, penebangan liar dan perburuan Dan beberapa kawasan tersebut didalam terdapat daerah perladangan dan perkebunan dan pemukiman penduduk. Kawasan yang dahulunya merupakan hutan belantara banyak yan telah berubah menjadi perkebunan atau lahan pertanian penduduk. Ada perubahan peruntukan hutan menjadi lahan pertanian masyarakat yang telah terjadi bertahun- tahun menyebabkan semakin sempitnya habitat yang dihuni oleh satwa liar di sekitar hutan.
Hal itu semua dapat mengakibatkan munculnya konflik antar masyarakat dan satwa liar di sekitar. Seringnya terjadi masalah antara hewan dengan masyarakat yang memanfaatkan wilayah habitat satwa dikawasan hutan maupun di sekitar pemukiman masyarakat juga ditempat- tepat yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu adanya banyak terjadi perburuan terhadap heawan – hewan liar di sekitar kawasan hutan konservasi baik itu yang di lindungi maupun tidak dilindungi. Satwa yang diburu tersebut biasanya adalah satwa – satwa besar seperti rusa dan babi hutan dengan alasan karena merusak tanaman para petani. Dari perburuan rusa dan babi berakibat hewan besar lainny seperti harimau, beruang dan lainny ikut tertangkap. Selain itu banyak beberapa kasus dapat di buktikan telah banyak perburuan yang di tujukan khusus untuk menangkap Harimau dan hewan lainya yang dilindungi. Berbagai upaya telah di lakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Propinsi Bengkulu untuk mengurangi hal tersebut, diantaranya adalah dengan mengadakan penyuluhan, perlindungan dan patroli kawasan, penangkapan terhadap pemburu serta penyitaan hasil buruan atau tangkapan.
Dalam upaya perlindungan dan pengawetan serta pelestarian satwa oleh Balai Ksda Bengkulu di Propinsi Bengkulu sangat di perlukan usaha untuk menanggulangi masalah yan terjadi atau setidaknya memperkecil masalah yang terjadi. Informasi yang pasti tentang masalah yang di hadapi, memerlukan pegetahuan dan pengalaman untuk daat menelsaikan sekaligus mencegah hal- hal yang bisa ditimbulkan dalam penyelesaian konflik manusia dan satwa liar.

KONFLIK MANUSIA DAN SATWA LIAR
Pengertian Konflik Manusia dan Satwa Liar adalah terjadinya gangguan, ancaman atau ketidaknyaman yang di akibatkan oleh satwa akibat perbuatan sehubungan dengan ketidak seimbangan ekosistem karena kerusakan hutan. Beberapa faktor penyebab terjadinya konflik antara manusia dengan satwa liar seperti perladangan dalam kawasan hutan baik yang lama maupun baru, Illegal Logging di beberapa kawasan hutan, Perluasan Lahan perkebunan baik oleh perusahaan maupun masyarkat tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan keberadaan satwa liar yang ada di wilayah tersebut, Perburuan terhadap satwa mangsa / perburuan yang berlebihan, Ketidak tersediaan makanan yang cukup bagi kelangsungan hidup satwa liar didalam hutan dan Pembukaaan wilayah hutan untuk pengusahaan pertambangan.
Konflik manusia dan satwa liar dapat mengakibatkan kerugian. Kerugian akibat konflik dapat diderita baik bagi satwa ataupun manusia . Kerugian bagi satwa dapat mengakibatkan kematian/penangkapan bagi satwa liar yang dianggap konflik maupun tidak konflik. Selain itu juga satwa liar akan menderita hilangnya habitat satwa liar yang di akibatkan oleh manusia dengan merusak hutan menjadi perladangan liar / lahan pertanian , Illegal logging maupun pembukaan lahan perkebunan secara besar- besaran tanpa melihat dampak bagi keseimbangan ekosistem. Punahnya satwa liar akibat perburuan yang dilakukan oleh manusia baik dilindungi maupun tidak dilindungi undang-undang baik didalam kawasan konservasi maupun diluar kawasan konservasi. Adanya harga yang sangat tinggi dari bagian-bagian tubuh satwa menjadi minat bagi manusia untuk membunuh satwa liar dilindungi maupun tidak dilindungi undang- undang.
Adapun kerugian bagi manusia diantaranya hilangnya jiwa manusia akibat serangan binatang buas. Pada beberapa kasus kerugian yang diderita masyarakat, terjadi kehilangan ternak peliharaan masyarakat seperti sapi dan kambing maupun anjing piaran.Kerugian pada manusia juga berdampak pada efek kejiwaan mental, biasanya masyarakat takut melakukan aktifitas ke ladang / sawah. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan hilangnya / berkurangnya mata pencaharian masyarakat dan rasa diri tidak nyaman melakukan pekerjaan di ladang / sawah.
Pada kasus konflik gajah terjadi kekrugian berupa rusaknya tempat tingga;/ pondok ladang masyarakat dan kerusakan terhadap tanaman pertanian masyarakat (gagal panen). Hal ini bila dibiarkan masyarakat akan timbulnya kebencian masyarakat terhadap satwa dan instansi yang mengurus satwa liar tersebut

KONFLIK GANGGUAN SATWA LIAR DI PROPINSI BENGKULU
Wilayah Propinsi Bengkulu masih tinggi keanekaragaman hayatinya, karena di beberapa wilayah masih terdapat lokasi yang berhutan. Namun pada saat sekarang kondisi habitat satwa liar yang menyempit dan terganggu oleh manusia sehingga mengakibatkan terjadi konflik gangguan oleh satwa liar. Jenis – jenis satwa liar yang sering menganggu / konflik dengan manusia di wilayah Propinsi Bengkulu yang terdata dari beberapa kejadian yaitu sebagai berikut :
1. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
2. Macan dahan(Neofelis nebulosa)
3. Gajah Sumatera ( Elephas maximus sumatranus)
4. Beruang Madu ( Helarctos malayanus)
5. Tapir (Tapirus indicus)
6. Babi Hutan (Sus sucrofa)
7. Kera /Monyet ( Macaca fascicularis)
8. Beruk (Macaca nemestrina)
9. Buaya ( Crocodylus porosus)
10. Ular Sawa ( Python reticulatus )
Beberapa kasus gangguan satwa liar dengan manusia yang terjadi di Propinsi Bengkulu, dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk gangguan yaitu sebagai berikut :
1. Membunuh atau menyerang manusia dengan tidak sengaja atau faktor kebetulan
2. Memangsa ternak peliharaan penduduk sekitar hutan /habitat satwa liar
3. Merusak / memakan tanaman pertanian dan hasil panen masyarakat
4. Merusak /membongkar rumah / pondok ladang masyarakat

UPAYA PENANGANAN KONFLIK SATWA LIAR DAN MASYARAKAT

Upaya yang telah dilakukan oleh Balai KSDA Bengkulu dalam rangka Penanganan Konflik gangguan Satwa Liar dan Masyarakat.
1. Pengusiran / penghalauan satwa liar kembali ke habitatnya
2. Penangkapan satwa liar yang mengganggu untuk di evakuasi ke lokasi habitatnya yang aman.
3. Penyelamatan satwa liar yang bermasalah (terjerat/ terluka)

Upaya-upaya lain dalam rangka konservasi satwa liar yang mendukung dalam rangka penanganan konflik satwa liar juga dilakukan oleh Balai KSDA Bengkulu diantaranya sebagai berikut :
1. Melakukan penyuluhan di sekitar kawasan sekitar konflik
2. Membangun kepedulian masyarakat terhadap konservasi satwa di sekitar kawasan konflik.
3. Monitoring dan pendataan lokasi rawan konflik
4. Bermitra dengan NGO untuk menangani / mitigasi konflik satwa liar
5. Perlindungan dan patroli kawasan konservasi.

MASALAH
Dalam upaya peningkatan perlindungan dan pelestarian satwa Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu dan seluruh pihak terkait didalammnya sering menghadapi masalah sebagai berikut:
1. Semakin banyaknya konflik yang terjadi antara masyarakat dan satwa liar di sekitar kawasan hutan.
2. Tidak adanya standar yang baku dalam upaya penyelamatan satwa di sekitar kawasan hutan atau didalam pemukiman penduduk.
3. Kurangnya pengetahuan berkaitan dengan upaya penyelamatan satwa liar yang mendapat gangguan. Masalah tersebut dapat ditemukan baik didalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan konservasi seperti di hutan produksi , hutan lindung , perkebunan , perladangan juga di dalam pemukiman desa.
4. Masalah yang sangat sulit dikawasan hutan adalah upaya penyelamatan hasil temuan hewan yang terjerat/ buruan atau penangkapan satwa yang bermasalah dengan masyarakat dan hasil sitaan dari pemburu yang ditangkap.
5. Masalah lain adalah upaya penyelamatan dan pemeliharaan hewan- hewan yang sakit atau cacat. Hal tersebut di sebabkan karena satwa tersebut merupakan satwa liar, ganas dan mungkin mengalami stress.
6. Kesulitan yang terjadi juga dalam pengembalian satwa- satwa ke habitat semua adalah kurangnya pemahaman dari banyak pihak yang terkait di Balai KSDA Bengkulu dan Pihak terkait lainnya serta kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam upaya penyelamatan satwa tersebut untuk di kembalikan semula.

Lampiran

Tabel 1. Beberapa Data Konflik Harimau Sumatera dan Manusia di Propinsi Bengkulu dari Tahun 1998 s.d. 2008

No. L o k a s i Tanggal Jumlah Gangguan
(ekor)
1 2 3 4 5
1 Kawasan Danau Tes, Kab. Rejang Lebong 1998 1 Harimau mamangsa ternak masyarakat
2 Batu Bandung, Cinta Mandi Kab. Rejang Lebong 2000 1 Gangguan Harimau diperlada-ngan diluar kawasan konservasi
3 Desa Ujung Karang Kec. Talang Empat Kab. Bengkulu Utara 01-Jan-01 3 Memangsa 2 ekor Sapi milik masyarakat desa ujung karang di areal perkebunan kelapa sawit/dihutan belukar pinggiran desa ujung karang
4 Desa Tanjung Raman Jun-02 1 (Macan Dahan) Memangsa 2 ekor kambing milik masyarakat
5 Desa Talang Kebun 2002 2 Laporan masyarakat memangsa kambing 2 ekor.
6 Desa Arang Sapat Bkl Selatan Mei-03 3 Memangsa 4 ekor kambing milik masyarakat.
7 Desa Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara 2007 1 Ditemukan terjerat
8 Desa Kabupaten Seluma. 2008 1 Gangguan memakan korban manusia.
9 Desa Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. 2008 1 Di temukan anakan harimau
10 Desa Sekalak. Kecamatan Seluma Utara, Kab. Seluma 13 May 2007 Tidak diketahui Ternak milik warga, jumlah belum di ketahui
11 Dusun Sinar Pagi , Desa Puguk, Kec.Seluma Utara. Kab. Seluma 05 July 2007 Tidak diketahui 2 korban manusia ( 1 tewas dan 1 sekarat)
12 Desa Lunjuk dan Desa Tumbu’an, Kecamatan Seluma Utara. Kab. Seluma 19 July 2007 Tidak diketahui Terlihat jejak berkeliaran di sekitar pemukiman
13 Desa Sendawar. Kec, Semidang Alas. Kab. Seluma 09-Sep-07 1 ekor Korban Jiwa 1 orang
14 Hulu Bendungan Nanto, Kec. Ulu Talo. Kab. Seluma 29 November 2007 Tidak diketahui
15 Desa Talang Kebun, Kec. Lubuk Sandi , Kab. Seluma. 20 February 2008 Tidak diketahui 3 sapi milik warga di makan

16 Sungai Air Simpuh Desa Air Keruh, Kec. Ulu Talo Kab. Seluma tahun 2008 1 ekor
17 Desa Rimbo Pengandang , Kab. Lebong 04 June 2008 1 ekor 1 orang warga diserang dan luka luka
18 Desa Arang Sapat dan Desa Cawang , Kec. Lubuk Sandi, Kab. Seluma 04-Apr-09 Tidak diketahui 5 kambing milik warga di makan
19 Desa Parda Suka, Kec. Maje. Kab. Kaur 29 May 2009 Tidak diketahui 2 ekor kambing milik warga di makan
20 Desa Air Bacang , Kec. Maje Kab. Kaur. 02 October 2009 Tidak diketahui 3 ekor kambing
21 Desa Tanjung Aur , Kec. Maje Kab. Kaur. 02 October 2009 Tidak Diketahui 5 ekor kambing
22 Dusun Sinar Pagi .Desa Puguk, Kab. Seluma 18 October 2009 Tidak Diketahui 5 ekor kambing
23 Desa Lubuk Resam, Kab. Seluma 19 October 2009 Tidak Diketahui Terlihat Jejak
24 Desa Air Bacang, Kec. Maje , Kab. Kaur 20 October 2009 Tidak diketahui 2 ekor kambing dimakan
25 Desa Tanjung Aur, Kec. Maje Kab. Kaur 11 November 2009 2 ekor 14 ekor kambing dan 4 ekor anjing di makan
26 Desa Linau . Kec. Maje , Kab. Kaur 23 November 2009 Tidak diktehui Berkeliaran di pemukiman membuat resah warga
27 Desa Tanjung Aur, Kec. Maje Kab. Kaur 02 December 2009 1 ekor Menyerang anjig warga
28 Desa Tanjung Aur, Kec. Maje Kab. Kaur 07 December 2009 2 ekor Berkeliaran di pemukiman membuat resah warga
29 Desa Tanjung Aur, Kec. Maje Kab. Kaur 21 December 2009 4 ekor Berkeliaran di pemukiman membuat resah warga/ 5 ekor kambing di makan
30 Desa Air Bacang . Kec. Maje . Kab.Kaur 20 January 2010 1 ekor 1 ekor kambing dimakan

Sumber data : Balai KSDA Bengkulu.

Tabel 2. Beberapa Data Gangguan Gajah Liar di Propinsi Bengkulu dari Tahun 2007 s.d. 2009

No Lokasi Tanggal Kerusakan
1 2 3 4
1. Suka Maju – Kab. Bengkulu Utara 11 Maret 2007 1 Rumpun Pisang
2. Suka Maju – Kab. Bengkulu Utara 11 Maret 2007 15 Batang Sawit
3. Suka baru – Kab. Bengkulu Utara 12 Maret 2007 15 Batang Sawit
4. Suka baru Kab. Bengkulu Utara 12 Maret 2007 2 Batang kelapa
5. Tunggang/Pematang Dedap – Kab. Muko-muko. 03 Juni ‘ 07 Pondok, sawit 6,5 ha
6. Tunggang/Pematang Dedap – Kab. Muko-muko. 03 Juni ‘ 07 Sawit 1,7 ha (26 btg rusak parah,16 btg rusak sedang)
7. Bukit Harapan – Kab. Muko-muko. 7-8 Juni ‘ 07 Pondok, karet 1460 btg
8. Bukit Harapan– Kab. Muko-muko. 7-8 Juni ‘ 07 Pondok, sawit (11 btg rusak parah 83 btg rusak sedang)
9. Tunggang– Kab. Muko-muko. 26 Juni ’07 Pondok, sawit 2,46 ha
10. Mekar sari (1F) – Kab. Muko-muko. pertengahan Juni ’07 Sawit 5,1 ha
11. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko Awal Juli 2007 Pondok, karet 307 batang, padi 0,54 ha, pisang 13 rumput
12. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. Awal Juli 2007 Pondok, karet 174 batang, padi 0,52 ha
13. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. Awal Juli 2007 Pondok, karet 306 batang
14. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. Awal Juli 2007 Pondok, sawit 71 batang
15. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 17 Juli 2007 Pondok, karet 1181 batang, pisang 28 rumpun
16. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 17 Juli 2007 Pisang 7 rumpun, pepaya 1 batang, kacang panjang
17. Sidodadi– Kab. Muko-muko. 09-10 Oktober 2007 Sawit 40 batang
18. Tunggang 12-13 Oktober 2007 Sawit 20 batang
19. Tunggang/Pematang Dedap– Kab. Muko-muko. 12-13 Oktober 2007 Sawit 20 batang
20. Tunggang/Pematang Dedap– Kab. Muko-muko. 22-Dec-07 Sawit 20 batang
21. Tunggang/pematang Dedap– Kab. Muko-muko. 10-Jan-08 Sawit 5 batang
22. Sidodadi– Kab. Muko-muko. 09-10 Oktober 2007 Sawit 40 batang
23. Sidodadi – Kab. Muko-muko. 12-13 Oktober 2007 Sawit btg

1 2 3 4
24. Tunggang– Kab. Muko-muko. 12-13 Oktober 2007 Sawit 20 Btg
25. Tunggang– Kab. Muko-muko. 22-Dec-07 Sawit 20 btg
26. Tunggang– Kab. Muko-muko. 10-Jan-08 Sawit 5 btg
27. Tunggang– Kab. Muko-muko. 13-14 Feb-08 Sawit 71 btg
28. Sidodadi– Kab. Muko-muko. 28-Feb-08 0
29. Seblat Kab. Bengkulu Utara Februari Sawit 200btg
30. Seblat Kab. Bengkulu Utara 16-Mar-08 Sawit btg
31. Tungang– Kab. Muko-muko. 13-14 Maret-08 Sawit Btg
32. Tunggang– Kab. Muko-muko. 17-18 maret 08 Sawit 15 Btg
33. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 9-Apr-08 Anak Sawit 100 Btg,Padi 3 Karung, Beras 2 Kaleng,Cabe 10 Batang, Jagung 200 Btg,Pisang 3 Btg, Ubi Kayu 50 Btg
34. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 10-Apr-08 Karet 200 Btg, Kacang Kuning 1/4 Ha
35. Suka Merindu Kab. Bengkulu Utara 10-May-08 15 Batang Sawit
36. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 2-Aug-08 21 batang ( 18 rusak berat, 3 rusak ringan)
37. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 18-Aug-08 30 batang sawit rusak berat
38. Suka Merindu Kab. Bengkulu Utara 21-Aug-08 7 batang sawit rusak berat
39. Suka Merindu Kab. Bengkulu Utara 22-Aug-08 18 batang sawit rusak berat
40. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 29-Oct-08 Padi 153 rumpun
41. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 29-Oct-08 Pisang 20 rumpun
42. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 29-Oct-08 Sawit 50 batang
43. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 13-14/11/2008 Padi 184 rumpun
44. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 6-Dec-08 Padi 60 rumpun, sawit1 batang
45. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 14/01/2009 Sawit 1 batang
46. Dusun Pulau 16/01/2009 Sawit 59 batang
47. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 17-18/01/2009 Sawit 18 batang/ 1 buah pondok
48. Sidodadi– Kab. Muko-muko. 18-23/01/2009 Sawit 800 batang
49. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 20-21/01/2009 Sawit 1200 batang, 1 pondok , 30 batang
50. PT.Agricinal – Putri Hijau 22-23/01/09 Sawit 600 batang
51. Dusun Pulau/ poros – Kab. Muko-muko. 29-30/01/2009 Sawit 300 batang
52. Serami Baru – Kab. Muko-muko. pertenghan 01/2009 Sawit 15 batang
1 2 3 4
53. Retak Mudik– Kab. Muko-muko. 31-Jan-09 Sawit batang
54. Gerbang Alno – Kab. Muko-muko. 31-Jan-09 Pisang 6 rumpun, Nsngks1 batang, Sawit 16 batang
55. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 2-Feb-09 Sawit 100 batang
56. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 3-Feb-09 1 pondok, …sawit
57. Dusun Pulau/ poro– Kab. Muko-muko.s 3-Feb-09 Sawit 50 batang
58. Serami Baru– Kab. Muko-muko. 3-Feb-09 Sawit batang
59. Gerbang Alno– Kab. Muko-muko. 4-Feb-09 Sawit 11 batang
60. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 5-Feb-09 Sawit batang
61. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 6-Feb-09 Padi 417 rumpun, Padi 720 rumpun
62. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 7-Feb-09 Sawit 25 batang
63. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 8-Feb-09 Sawit 275 batang
64. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 14-Feb-09 Sawit 25 batang
65. Serami Baru– Kab. Muko-muko. 4 Maret 2009 Sawit batag
66. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 31Maret 09 Sawit 40 batang
67. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 31Maret 09 Sawit 69 batang,Pisang 13 rumpun,Tebu 8 rumpun, NAgka 4 btng, Kelapa 2 btng
68. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 31Maret 09 Sawit batang/1Buah
69. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 31Maret 09 Sawit 280Batang, Karet 100Batang, Pisang 20rumpun, Tebu 10rumpun
70. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 1-Apr-09 Sawit 20 batang
71. Retak Mudik – Kab. Muko-muko. 5-6-Apr-09 Sawit 8 batang, 10 batang, 1 buah chai saw, Tank sprayer
72. Dusun Pulau – Kab. Muko-muko. 10-11 April 09 Sawit 1 batang,Padi 100 rumpun,1 batang
73. Retak Mudik – Kab. Muko-muko. 17 – 18 April 09 146 Batang Sawit
74. Retak Mudik – Kab. Muko-muko. 17 – 18 April 09 139 Batang Sawit
75. Sarami Baru – Kab. Muko-muko. 24-Apr-09 3 pondok
76. Desa Pasar Seblat Kab. Bengkulu Utara – mingguan sebelum tgl.17 April 09
77. Desa Sukabaru Kab. Bengkulu Utara – mingguan sebelum tgl.17 April 09 Sawit 2 batang
78. Sidodadi 29-Apr-09 Sawit 30 batang
79. Desa Sukabaru Kab. Bengkulu Utara 17 Mei 2009 Sawit 3 batang
80. Suaka Merindu Kab. Bengkulu Utara 7-May-09 Sawit 3000 batang
81. Suaka Merindu Kab. Bengkulu Utara 18-24 May 2009 Sawit 240 batang
Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 29-May-09 Sawit 20 batang
82. Dusun Pulau/ poros 31-May-09 Sawit 45 batang
83. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 2-Jun-09 Sawit 13 batang
84. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 2-Jun-09 1 pondok, 25 sawit, kacang 14/ Ha, singkong 20 batang
85. Tunggang– Kab. Muko-muko. 2-Jun-09 20 batang
86. Gerbang Alno 4-Jun-09 1 pondok, 1 pinang, 50 bibit sawit
87. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 5-Jun-09 Sawit 6 batang
88. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 5-Jun-09 5 sawit, 10 cabe
89. Dusun Pulau – Kab. Muko-muko. 18-19 Juni 09
90. Dusun Pulau – Kab. Muko-muko. 18-19 Juni 09 Sawit 15 batang
91. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 19 Juni 09 Sawit 126 batang , 1 batang
92. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 19-Jun-09 Sawit 14 batang,
93. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 20-Jun-09 Sawit 11 batang, 3 rumpun
94. Dusun Pulau– Kab. Muko-muko. 8-Jul-09 Sawit 2 batang
95. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 21-Jul-09 Sawit 8 batang
96. Dvisi IV APE Air Simpang– Kab. Muko-muko. 23-Jul-09 Sawit 24 batang
97. Dvisi IV APE Air Simpang– Kab. Muko-muko. 27-Jul-09 Sawit 40 batang
98. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 28-Aug-09 Sawit 5 batang
99. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 28-Aug-09 Sawit 1
100. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 5-Sep-09 Sawit 1, tebu 315 rumpun
101. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 5-Sep-09 Sawit 1
102. Trans Lapindo 6-Sep-09 20 Ha
103. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 26 batang
104. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 12 batang
105. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 12 batang
106. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 24 batang
107. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 7 batang
108. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 9 batang
Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 4 batang
109. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 19-Sep-09 Sawit 300 batang
110. Tunggang– Kab. Muko-muko. 22-Sep-09 Sawit 20 btg, 60 btg, 20 btg, 5 btg, 2 rumpum
111. Tunggang– Kab. Muko-muko. 22-Sep-09 Sawit 25 batang
112. Tungang– Kab. Muko-muko. 22-Sep-09 Sawit 150 batang
113. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 25-Sep-09 Sawit 20 btg,5rpn
114. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 25-Sep-09 Sawit 1,4rpn,4 rpn
115. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 27-Sep-09 Sawit 1 batang
116. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 27-Sep-09 Sawit 15 batang
117. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 27-Sep-09 ?
118. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 1-Oct-09 Sawit 100 batang
119. Dusun Pulau/ poros– Kab. Muko-muko. 1-Oct-09 Sawit 6 batang
120. Suka Baru Kab. Bengkulu Utara 7-Oct-09 Sawit 30 batang
Sumber : Laporan BKSDA Bengkulu.

Tabel 3. Beberapa Data Gangguan Beruang Madu di Propinsi Bengkulu dari Tahun 1998 s.d. 2008

NO. LOKASI TAHUN / TGL JUMLAH KEADAAN
1 2 3 4 5
1. Desa Keban Tebat, Perw. Tebat Karai Kec. Kepahiang
Luar kawasan 1998 1 ekor
dewasa Berupa gangguan
2. Desa Keban Agung, Perw. Tebat Karai Kec. Kepahiang 1998 1 ekor dewasa Langsung / gangguan
3. Kota Donok 2000 1 ekor Merusak / makan kelapa masyarakat
4. Kota Donok 2000 1 ekor Merusak / makan kelapa masyarakat
5. Desa Taba Tebelet kec. Kepahiang
Dalam kawasan HL areal air ketapang 5 Nov 2000 2 ekor Ditemukan langsung, sedang makan anak orong-orong (sejenis lebah) pada batang kayu
6. Desa Padang Pelasan Kec. Sukaraja 6 Jan 2001 1 ekor Melukai penduduk
7. Desa Teran Air Kati, kec. PUT 21 Mei 2002 1 ekor Pohon kelapa 30 batang
8. Desa Sukamakmur, kec. Putri Hijau 28 Feb 2002 1 ekor Merusak tanaman kelapa sawit / kelapa
9. Desa Sukamakmur, Kec. Putri Hijau 16 Nov 2000 2 ekor Pohon kelapa 80 batang, 10 batang tanaman karet, 15 batang tanaman jengkol
Desa Padang Nelasan, Kec. Sukaraja 16 Jan 2001 1 ekor Korban masyarakat desa 1 orang terluka
10. Desa Talang Kebun, Kec. Sukaraja Bengkulu Selatan 16 Des 2002 2 ekor Gangguan kebun kelapa 30 batang
11. Desa Sukamakmur Kec. Putri Hijau 2 Mei 2002 2 ekor Gangguan kebun kelapa 10 batang, pohon pepaya 2 batang, pohon
12. Desa lais, Bengkulu Utara 2003 1 ekor Gangguan
13. Desa Karang Pulau, Ketahun 2003 1 ekor Gangguan makan ayam, kelapa
14. Desa Arang Sapat, Kec. Lubuk Sakti 2006 1 ekor Gangguan kelapa masyarakat
15. Dusun Bakal, Dsea Pardasuka, Kec, Maje Kab. Kaur. 10 July 2008 1 ekor Terjerat beruang oleh warga
Sumber : Laporan BKSDA Bengkulu.

Tabel 4 Beberapa Data Gangguan Buaya di Propinsi Bengkulu dari Tahun 2007 s.d. 2009

NO. LOKASI TAHUN / TGL JUMLAH KEADAAN
1 2 3 4 5
1. Desa Pondok Batu dan Tanah Rekah 08 April 2007 1 ekor Terihat dikawasan pemukiman, warga resah
2. Desa Jenggalu 13 June 2009 1 ekor Ditangkap oleh BKSDA bengkulu karena membuat resah
3. Desa Jenggalu 15 June 2009 16 ekor Muncul di sungai Jenggalu, meresahkan warga
4. Desa Talang Dantuk , Kec. Seluma. Kab. Seluma 20 June 2009 1 ekor Muncul disungai Ngalam dan meresahkan warga

Tabel 5 Beberapa Data Gangguan Macan Dahan di Propinsi Bengkulu dari Tahun 2007

NO. LOKASI TAHUN / TGL JUMLAH KEADAAN

1 2 3 4 5
1 Kawasan Talo Kab. Seluma 18 April 2007 1 ekor Masuk perangkap babi milik masyarakat.

Tabel 6. Beberapa Data Gangguan Beruk di Propinsi Bengkulu dari Tahun 2009

NO. LOKASI TAHUN / TGL JUMLAH KEADAAN
1 2 3 4 5
1 Desa Simpang Pino, Kec. Ulu Manna, Kab. B/S 17 January 2009 1 ekor 1 korban jiwa Balita tewas diserang.

Tabel 7. Beberapa Data Gangguan Ular Phyton di Propinsi Bengkulu dari Tahun 2009

NO. LOKASI TAHUN / TGL JUMLAH KEADAAN
1 2 3 4 5
1. Desa Jenggalu. Kec. Sukaraja. Kab. Seluma 13 June 2009 1 ekor 1 ekor Anak Anjing milik warga di makan
2. Desa Jenggalu. Kec. Sukaraja. Kab. Seluma 17 June 2009 1 ekor Berkeliaran di sungai Jenggalu
3. Desa Jago Bayo, Kecamatan Lais . Kab B/U 14 October 2009 1 ekor Ditangkap warga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s