Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN DAN INVESTASI DI PROVINSI BENGKULU June 12, 2009

Filed under: ekonomi — Urip Santoso @ 12:56 am
Tags: ,

 

Oleh :

Satria Putra Utama, PhD

Staf pengajar Jurusan SOSEK Pertanian/Agrobisnis, Faperta. UNIB

 

PENDAHULUAN

 

Provinsi Bengkulu terletak antara 2o16’‑5º31’ Lintang Selatan dan 101o01’‑ 103o46′ Bujur Timur, membentang sejajar dengan Bukit Barisan dan berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia dengan panjang pantai lebih kurang  525 km, secara geografis berbatasan : Sebelah Utara dengan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan; Sebelah Selatan Samudra Indonesia; Sebelah Barat Provinsi Sumatera Barat; dan Sebelah Timur Provinsi Lampung.

Luas Wilayah Administrasi mencapai 1.978.870 hektar atau 19.788,7 kilometer  persegi, terdiri dari 8 Kabupaten dan I Kota, yaitu : Kabupaten Bengkulu Utara dengan lbukota Argamakmur luas wilayah mencapai 5.584,54 km 2 (28,04 %), Kabupaten Mukumuko dengan lbukota Mukomuko luas wilayah mencapai 4.036,70 (20,40 %), Kabupaten Kepahiang dengan lbukota Kepahiang luas wilayah 704,57 (3,56 %), Kabupaten Rejang Lebong dengan lbukota Curup luas wilayah 1.47/5,99 (7,46 %),  Kabupaten Lebong dengan lbukota Muara Aman luas wilayah 1.929,24 (9,75%), Kabupaten Seluma dengan lbukota Seluma luas wilayah mencapai 2.400,44 ( 12,13%),

Kabupaten Bengkulu Selatan dengan lbukota Manna luas wilayah mencapai 1.179,65 (5,96%), Kabupaten Kaur dengan lbukota Kaur luas wilayah 2,369,05 (11,97 %), dan Kota Bengkulu dengan lbukota Bengkulu luas wilayah mencapai 144,52 ( 0,73 %).

Wilayah Provinsi Bengkulu, berdasarkan topografi dapat dibedakan 3 (tiga) jalur, yaitu : Jalur I dengan luas 707.935 ha (35,80 %), Jalur II lUas 1.031.011 ha (52,10 %T), dan Jalur 111 239.924 ha (12,10 %). Secara rinci pembagian topografi wilayah Provinsi Bengkulu dapat dilihat pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Pembagian Topografi Wilayah Provinsi Bengkulu

 

Topografi

Jalur l

Jalur 11

Jalur III

Jumlah

Kategori      
Ketinggian

0-100

100-500

500- 1.000

> 1.000

0-2.000

Dari Permukaan Laut          
Klasifikasi Daerah

Low land

Hill range

Hills

 
 

(dataran

(dacrah kaki bukit)

(Perbukitan)

Tinggi
 

rendall)

     
Luas(ha)

707.935

625.323

405-.688

239.924

19.788,70

(‘%) dari luas

35.80

 

20.50

12.10

100.00
Provinsi          

Sumber: Bengkulu Dalam Angka, 2007

 

Komposisi tekstur tanah di Provinsi BengkuIu didominasi oleh komposisi halus seluas 1.201.529 ha ( 60,72 %), diikuti bertururt oleh lekwur sedang seluas 469.247 ha (23,71 %), lekstur agak kasar‑kasar seluas 268.775 ha (131,58 %), dan tekstru agak halus seluas 39.319 ha (1,99 %) (Tabel 2).

 

Tabel 2. Komposisi tekstur tanah di Provinsi Bengkulu

 

No. Tekstur Tanah Luas (ha) Persen
1 Halus 1.201.529 60,72
2 Agak halus 39.319 1,99
3 Sedang 469.247 23,71
4 Agak kasar-kasar 268.775 13,58
  Jumlah 1.978.870 100,00

 

Sumber: Bengkulu Dalam Angka Tahun 2007

 

Untuk komposisi jenis tanah di Provinsi Bengkulu yang paling luas adalah jenis tanah Latosol yaitu seluas 468.800 ha (21.57 %), diikuti olel, Asosiasi PMK dan Latosol seluas 283.200 ha (14,31 %), berikutnya adalah jenis tanall Organosol, Aluvial, Regosoi, Andosol, Asosiasi Andosol dan regosol, dan Asosias] Podsolik Coklat dan Litisol yang mempunyai luasan dibawah 10 %. Secara rinci jenis tanah di Provinsi Bengkulu dapat dilihat pada Tabel 3.

 

Tabel 3. Komposis Jenis Tanah di Provinsi Bengkulu

 

No. Jenis Tanah Luas  (ha) Persen
1 Organosol 3.600 0,18
2 Aluvial 70.015 3,54
3 Regosol 43.360 2,19
4 Asosiasi PMK dan Latosol 283.200 14,31
5 Latosol 426.800 21,57
6 Andosol 142.200 7,19
7 Asosiasi  Andosol dan Regosol 81.200 4,10
8 Asosiasi Podsolik coklat dan Litisol 150.800 7,26
9 Lain-lain 777.695 39,30
  Jumlah 1.978.870 100,00

 

Sumber: Bengkulu Dalam Angka Tahun 2007

 

Tipe iklim berdasarkan klasifikasi Schmid-Ferguson  di Provinsi Bengkulu secara umum termasuk tipe A, kecuali disebelah Selatan Kecamatan Kepalliang Kabupaten Rejang Lebong termasuk type B. Suhu udara di Kota Bengkulu relatif sama dngan kota lainnya di pinggiran pantai di Indonesia. Berdasarkan stasiun klimatologi Pulau Baai Kota Bengkulu, keadaan iklim di Provinsi Bengkulu dapat dilihat pada Tabel 4.

Rata‑rata jumlah curah huian di Provinsi Bengkulu adalah antara 3.000‑4.000 mmItahun dan jumlah hari hujan rata‑rata. 130‑200 hari/tahun, dengan bulan basah sepanjang tahun. Menurut Schmid dan Ferguson pada umumnya type iklim di Provinsi Bengkulu termasuk type A dengan ciri nilai kurang dari 14 % (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, 2008).

 

Tabel 4. Keadaan Iklim Berdasarkan Unsur Iklim di Provinsi Bengkulu tabun 2008

 

Unsur Iklim Maksimum Minimum Rata-rata
Suhu udara/bulan (oC) 32,3 21,9 26,3
Kelembaban udara (%) 87 80 84,1
Jumlah hari hujan/bulan (hari 26 4 15,7
Curah hujan (mm/tahun) 607 1 218,9

Sumber: Bengkulu Dalamlngka Tahun 2007

Keterangan : Data berdasarkan slasiwi meiereologi Pulai Baui

 

Provinsi Bengkulu berdasarkan Administrasi Pemerintahan terdiri dari Kabupaten/Kota terbagi dalam beberapa Kecamatan, dan Kecamatan terdiri dari beberapa Desa/Kelurahan. Tahun 2006 di Propinsi Bengkulu terdapat 9 kabupaten dan I Kota, dan 99 kecamatan dan 1.278 Desa/Kelurahan. Jumlah Kecamatan dan Desa/Keluraban Kabupaten/Kota di Propinsi Bengkulu Tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 5.

 

 

 

 

Tabel 5. Jumlah Kecamatan dan Desa/Kelurahan Kabupaten/Kota di Propinsi Bengkulu

             Tahun 2006

 

No. Kabupaten Jumlah

Kecamatan

Jumlah

Mantri Tani

Jumlah

Desa/Kelurahan

1 Bengkulu Selatan 11 11 136
2 Rejang Lebong 15 6 154
3 Bengkulu Utara 18 18 317
4 Kota Bengkulu 8 8 67
5 Seluma 14 14 168
6 Kaur 15 15 156
7 Muko-muko 5 5 109
8 Lebong 5 5 77
9 Kepahyang 8 8 94
  Jumlah 99 90 1.278

 

Sumber: Bengkulu Dalam Angka Tahun 2007

 

Jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada tahun 2007 adalah 1.616.663 jiwa (Tabel 6). Ditinjau dari jumlah perkembangan penduduk Provinsi Bengkulu tergolong cepat. Dalam kurun waktu 1980 ‑ 2007 atau dalam waktu 25 tahun penduduk Provinsi Bengkulu telah berkembang lebih dari 2 (dua) kali lipat yaitu dari 0,77 juta jiwa tahun 1980 menjadi 1,6 juta jiwa tahun 2007.

Pesatnya pertumbulian jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada kurun waktu 1980‑2007 secara nyata terlihat pada angka pertumbuhan penduduknya. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) pada kurun waktu 1980‑1990 pertumbuhan penduduk Provinsi Bengkulu rata‑rata sebesar 4,38 persen per tahun, sedangkan pada kurun waktu 1990‑2000 pertumbuhannya rata‑rata sebesar 2,94 persen per tahun. Berdasarkan hasil survei Sosial Ekonomi Naslonal, dalam kurun waktu 2006‑21007 angka pertumbuhan penduduk Provinsi Bengkulu 1,59 persen per tahun. Dari jumlah penduduk pada tahun 2007, dimana hampir sepertiganya (66,37 %) bekerja di sektor pertanlan. (Bengkulu Dalam Angka, 2008).

 

 

Tabel 6.   Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kab/Kota

               di Provinsi Bengkulu Tahun 2003 – 2007

No.  

Jumlah Penduduk

Laju
  Kabupaten/Kota         Pertumbuhan
    2004 2005 2006 2007 Penduduk
1 Bengkulu Selatan 136.333 131.514 134.346 137.203 2,13
2 Rejang Lebong 237.611 241.810 245.763 249.714 1,61
3 Bengkulu Utara 323.468 332.337 336.530 339.873 1,11
4 Kaur 103.627 107.342 109.919 112.528 2,37
5 Seluma 151.258 158.524 160.325 162.104 1,11
6 Muko-muko 126.725 131.821 135.181 138.590 2,52
7 Lebong 87.742 86.786 88.238 89.690 1,65
8 Kepahyang 113.349 114.749 115.826 116.882 0,91
9 Kota Bengkulu 261.438 261.284 265.681 270.079 1,66
  Jumlah 1.541.551 1.556.167 1.591.409 1.616.663 1,59
               

Sumber: Bengkulu Dalam Angka Tahun 2007

 

Di daerah Provinsi Bengkulu, dari data PDRB Provinsi Bengkulu tahun 2007 berdasarkan harga konstan, dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 39,55 % (Tabel 7). Hal itu menunjukkan bahwa sektor pertanian mempunyai peranan penting dan merupakan sektor andalan dalam pembangunan daerah di Provinsi Bengkulu.

Tabel 7. Produk Domestik Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu Tahun 2007

    Sumbangan Berdasarkan Harga Konstan

 

No. Sektor (Juta Rupiah (%)
1 Pertanian 2..771.878 39,55
2 Jasa-jasa 1.137.675 16,23
3 Perdagangan, hotel, dan restoran 1.432.887 20,44
4 Transportasi/komunikasi 560.182 7,99
5 Keuangan,persewaan  dan jasa perusahaan 325.360 4,64
6 Industri 285.546 4,07
7 Pertambangan/penggalian 223.768 3,19
8 Bangunan 206.421 2,95
9 Listrik  dan air minum 31.105 0,44
  Jumlah PDRB 7.008.964 100,00

Sumber: Bengkulu Dalam Angka Tahun 2007

 

POTENSI DAERAH

 

2.1. Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

 

Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Provinsi Bengkulu mempunyai luas areal untuk lahan sawah, secara keseluruhan adalah 106.822 ha, dari luas tersedia, yang belum dimanfaatkan seluas 11.807 ha. Lahan seperti tersebut diatas terdapat di areal irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, irigasi desa, tadah hujan, pasang surut, lebak dan lainnya. Luas Panen, produksi dan produktifitas palawija, sayuran dan buah‑buahan, sampai dengan Tahun 2007 secara rinci dapat dillhat pada Tabel 8.

 

Tabel 8. Luas dan Produksi Palawija, Sayuran dan Buah‑buahan Provinsi Bengkulu

              Tahun 2007

No. Komoditi Luas Panen

(ha)

Produksi

(ton)

Produktivitas

(kw/ha

1 Padi sawah 108.562 438.891 40,43
2 Padi ladang 15.291 31.578 20,65
3 Jagung 27.117 83.385 30,75
4 Kedelai 1.880 1.747 9,29
5 Kacang tanah 5.477 5.430 9,91
6 Kacang hijau 1.845 1.757 9,52
7 Ubi kayu 6.614 76.924 116
8 Ubi jalar 3.372 32.131 95
9 Sayur-sayuran 27.444 173.689 63,29
10 Buah-buahan 14.680 71.277 48,55

Sumher:BengkuIuDaIamAigka zhun2007

 

Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu terus berupaya mengembangkan upaya-­upaya untuk meningkatkan produksi di sektor pertaman, khuususnya beras. Namun masih terdapat beberapa kendala utama  yang dihadapai petani saat ini, seperti : kurangnya pemakaian benih unggul bersertifikat serta. langkanya pengadaan pupuk.  Terbatasnya teknologi pengolahan pasca panen merupakan salah satu faktor penyebab banyaknya kehilangan hasil, disamping masalah klasik berkenaan dengan pemasaran hasil. Sasaran indikatif luas tanam, luas  panen dan produksi padi di Propinsi Bengkulu dapat dilihat pada Tabel 9.

 

 

 

Tabel 9.   Sasaran Indikatif Luas Tanam, Panen dan Produksi Padi Sawah

               Provinsi Bengkulu Tahun 2007

 

No. Kabupaten/Kota Luas Tanam (ha) Luas Panen (ha) Produksi (ton)
1 Bengkulu Utara 23.106 21.951 91.075
2 Bengkulu Selatan 13.936 13.239 54.929
3 Rejang Lebong 12.652 12.019 49.867
4 Kota Bengkulu 4.539 4.312 17.867
5 Muko-muko 12.232 11.620 48.211
6 Seluma 17.995 17.096 70.931
7 Kaur 9.123 8.667 35.959
8 Kepahyang 6.016 5.715 23.712
9 Lebong 17.407 16.637 68.618
  Jumlah 117.006 111.156 461.186

Sumber:   GP4GB di Provinsi Bengkulu Tahun 2007

 

Berdasarkan data tahun 2007, produksi beras Provinsi Bengkulu mencapai 278.009 ton. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 242.978 ton, maka terjadi surplus sebesar 34.977 ton. Perkembangan ketersediaan beras, berdasarkan produksi padi dan jumlah penduduk kurun waktu 2004‑2007 dapat dilihat pada Tabel 10.

 

Tabel 10.    Perkembangan Ketersediaan Beras (ton) Berdasarkan Produksi Padi dan

                  Jumlah Penduduk di Provinsi Bengkulu

 

No. Uraian 2004 2005 2006 2007
1 Produksi padi (ton) GKG 414.743 441.276 378.722 470.468
2 % kenaikan 0,33 6,40 -14,18 24,34
3 Produksi beras (ton) 245.080 260.759 223.794 278.009
4 Jumlah penduduk pertengahan tahun (jiwa) 1.529.366 1.543.919 1.557.182 1.735.557
5 Konsumsi/kap/th (kg) 140 140 140 140
6 Kebutuhan (ton) 214.111 216.149 218.005 242.978
7 Surplus/minus 30.969 44.610 5.789 34.977

Sumber: Dinas Pertanian dan Kelahanan Pangan Propinsi Bengkulu Tahun 2007

 

Provinsi Bengkulu memiliki lahan persawahan yang mendapat pengairan irigari baik mencapai 69.549 ha dari luas total lahan  persawahan  yang ada 106.822 ha. Di beberapa daerah kabupaten, lahan tersebut berpotensi cukup besar untuk dikembangkan menjadi pusat produksi padi. Pentingnya komoditas padi bagi masyarakat Bengkulu dapat dilihat dari hasil studi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang bekerjasama dengan beberapa Pemerintah Daerah Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu, menyimpulkan bahwa komoditas padi merupakan salah satu komoditas andalan masyarakat Bengkulu yang dapat dilihat dari sumbangan terhadap pendapatan rumah tangga dan serapan tenaga kerja.

 

2.2. Sektor Perkebunan

Jenis komoditi yang berpotensi dikcmbangkan di Propinsi Bengkulu antara. Lain Kopi, Karet, Kelapa, Kelapa Sawit, Cengkeh, Coklat, Aren, Lada, Kayu Manis, Pinang, Vanili, Jahe, Nilam, Teh, Tembakau.

 

Tabel 11. Luas Areal Pbs/N dan Perkebunan Rakyat

 

No

Komoditi Luas  Areal (ha Jumlah
   

PBS/n

P Rakyat  
1 Karet 13.264 95.669,0 108.933,0
2 Kakao 17.665 3.202,0 20.867,0
3 Kopi 1.422 89.343,5 90.765,5
4 Tea 1.148 1.148,0
5 Kelapa 25.355,0 25.355,0
6 Lada   2.979,8 2.979,8
7 Cen&h   5.434,0 5.434,0
8 Kayu Manis 138 7.608,0 7.746,0
9 Jahe 297,0 297,0
10 Nilam   140,0 140,0

Sumber: Dinas Perkebunan rovinsi Bengkulu

 

Adapun komoditi unggulan sektor perkebunan di Provinsi Bengkulu adalah Perkebunan Kelapa Sawit. Berikut Potensi Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Bengkulu,

POTENSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PROVIN ST BENGKLILU

 

1. Perkebunan Besar Swasta

 

Tabel 12. Perkebunan Besar Swas Kel S it di Provinsi

 

No Kabupaten (14ql

TM

(Ha)

Jumlah

(ha)

Produksi

(TBS/Ton)

  BU dan Muko-muko

9.490,86

24.013,03

33.503,89

360.195,45

2. BS, Seluma dan Kaur

1.541,96

6.241,96

7.783,30

93.620,70

  Jumlah

11.032,82

30.254,41

 41.287,19

453.816,15

Sumber : Dinas Perkebunan rovinsi Bengkulu

 

2. Perkebunan Rakyat

 

Tabel 13 Perkebunan Rakvat Kelapa Sawit di Provinsi Bengkulu

 

No Kabupaten

TBM

(Ha)

TM

(Ha)

Produksi

(TBS/Ton)

Petani

(KK)

1. Bengkulu Selatan

9.483

13.706

75,934.95

25.074

2. Rejang Lebong

8.264

24.645

22,451.88

41.740

3 Bengkulu Utara

14.639

60.348

334.456.57

82.869

4. Kaur

7.886

16.935

30,352.91

41.145

  Seluma

9.707.

55.238

261,279.66

76.553

6 Mukomuko

22.193

42.525

529,379.34

48.653

7. Lebong

2.440

5.074

3,690.95

13.218

8. Kepahiang

9,813

19.403

14,160.48

40.
9 Kota Bengkulu

314

1.912

24,974.33

4.793

  Jumlah

84.739

239.611

1,296,703.05

374.483

 

Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu

 

Tabel 14. Kebun Kelapa Sawit Rakyat Yang Belum Ada Ikatan Dengan Pabrik Pengolahan

 

No Kabupaten

TBM

TM

Jumfah

Produksi

Petani

   

(Ha)

(Ha)

(Ha)

(TBS/Ton)

(KK)

I BU dan Muko-muko

17.309,75

10.175,25

27.492,50

74.576,95

17.554,00

2. BS, Seluma dan Kaur

4.804,00

4.239,50

9.043,50 28.842,01 5 * 528 ‘ 00
  Jumlah

22.113,75

14.414,75

 

23.082,00

Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu

 

2.3 . Sektor Pertemakan

 

Peran masyarakat disektor pertemakan umumnya dilaksanakan secara swadaya mumi masyarakat, sedangkan usaha ternak yang dikelola secara prof’esional, terbatas pada usaba perternakan ayampotong. Peluang bagi investor untuk berpartisivasi secara langsung dalam memberdayakan peternakan di propinsi Bengkulu adalah pengembangan penggemukkan sapi dan usaha  ayam potong dan ayam petelur secara profesional.Hal ini masih dimungkinkan sekali mengingat permintaan akan daging dan telur semakin meningkat sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk.

Disamping usaha seperti tersebut di atas, investor dapat membuka usaha pembuatan pakan ayam. Peluang ini perlu dimanfaatkan mengingat bahan baku pendukung pembuatan pakan cukup tersedia. Dilain pihak  harga. pakan ayam yang didatangkan dari luar Propinsi Bengkulu cukup mahal,  dengan didirikannya pabrik pembuatan pakan ayam, harga pakan ayam dapat lebih ekonomis/menguntungkan.

 

2.4. Sektor Kellautan dan Pcrikanan

 

2.4.1. Potensi Perikanan Laut

 

Produksi ikan dan udang laut di Propinsi Bengkulu, pada saat ini baru untuk   pemenuhan kebutuhan sendiri. Hal ini mengingat upaya penangkap ikan laut baru dilaksanakan di wilayah pesisir pantai. Ketidak mampuan penagkapan 1kan sampal ke ZEE disebabkan kurangnya. sarana dan prasarana pendukung yang memadai   berupa kapal ikan yang modem. Potensi sumber daya perikanan laut di Propinsi Bengkulu, berokasi dipantai barat pulau Sumatera menghadap laut Hindia. Yang mempunyai pantai sepanjjang 525 km.

 

Tabel 15. Potensi Sumber Daya Perikanan Laut

 

No. Jenis lkan Potensi

(ton/tahun)

I Ikan Demersal 27.000
2 Ikan Pelagis 85.000
3 Ikan Tuna 8.600
4 Ikan Cakalang 13.000
5 Ikan Karang 1.245
6 Ikan Tenggiri 4.000
7 Ikan Tongkol 3.900
8 Udang Lobster 320
9 Udang Karang 2.200
10 Cumi-cumi 169

Sumber: Dinas Kelautan dan Perilcanan Provinsi Bengkulu

 

Untuk menggali potensi laut di Provinsi Bengkulu, masyarakat kelautan perlu diberdayakan secara profesional. Untuk itu, investor perlu menyediakan sarana dan prasarana pendukung proses penangkapan ikan laut di ZEE, khususnya untuk mencegah agar ikan laut tidak cepat membusuk. Untuk kedepannya diperlukan juga pabrik batu es dan pabrik pengolahan ikan segar baik yang berskala besar maupun sedang.

 

2.4.2. Potensi Perikanan Air Tawar

 

Usaha budi daya pengembangan perikanan air tawar di Provinsi Bengkulu, pada umumnya dilaksanakan melalui tambak, keramba, sawah dan perairan ul‑num. Luas areal sumber daya perikanan air tawar yang masih dapat dimanfaatkan adalah 50.867,5 ha.: dengan rincian di kab.Bengkulu Utara dan Muko‑muko adalah sduas 14.106,25 ha; di Kab. Seluma, Bengkulu Selatan dan kaur sduas 19.545 ha; dan di Kab.   Kepahyang, Rejang Lebong dan Lebong seluas 10.000 ha.

Lahan yang tersedia sangat produktif untuk diberdayakan secara maksimal dan profesional. Sebagai pendukung untuk melaksanakan usaha budi daya ikan air tawar, di Provinsi Bengkulu tersedia bahan baku untuk pembuatan pakan ikan. Untuk itu investor dapat membuka lapangan kerja untuk usaha pembuatan pakan ikan.

 

2.5. Sektor Industri

 

Sektor Industri di Provinsi Bengkulu, belum cukup optimal dalam menggerakkan roda pembangunan. Sampai dengan saat ini (2009), IndUstri besar yang ada di Provinsi Bengkulu hanya I unit. Sedangkan untuk indutri kecil ada sebanyak 205 unit. Adapun unit industri yang dapat dikembangkan dalam wilayah Provinsi Bengkulu antara lain adalah :

1. Industri makanan dan minuman

2. Industri Pakaian tradisional.

3. Industri Perdagangan sandang pangan

4. Industri batu akik

5. Indutri Bubuk kopi dan pengolahan buah‑buahan

6. Industri Minyak kelapa/minyak goreng

7. Industri Pengolahan Karet mentah

8. Industri Tepung tapioka

9. Industri Kerajinan kayu, bambu dan rotan

10. Industri Pisang salai, dan tepung pisang

11. Indutri Rotan

12. Industri tepung padian‑padian

13. Industri pemanfaatan limbah kayu

14. Industri Crum  Rubber

15. Industri margarin Kelapa dan Sawit

16. Industri tepung  Jahe

17. Industri Gula Semut

18. Industri pengawetan buah‑buah dan sayuran

19. Indutri teh

20. Industri pembuatan Tepung kaolin.

 

2.6. Sektor Pertambangan

 

Provinsi Bengkulu banyak mengadung Sumber Daya mineral berupa galian Golongan A (bahan galian strategis); golongan B (bahan galian vital); golongan C (bahan galian industri dan bahan bangunan).

Pada saat ini sebagian beasr dari potensi bahan galian yang terdapat di Provinisi Bengkulu telah diketahui baik jenis maupun indikasi pembayarannya. Kegiatan pengusahaan pertambangan di Bengkulu saat ini didominasi oleh pengusahaan  bahan galian strategis seperti batu bara, dikarenakan potensinya di Prov. Bengkulu mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan, hal ini dillhat dari jumlah cadangan terukur batubara sebesar +/‑ 122.913.304 ton, dengan cadangan yang layak tambang sejumlah +/‑ 101.087.376,83 ton. Pemasaran batubara saat ini selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke negara‑negara Asia seperti Jepang, India, dan Malaysia.

Untuk sektor energi, pada zone cekungan Bengkulu diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 500 sampal 1.000 MMSTB (Million Stock Tank Barrel) dan gas bumi sebesar 1.000 smpai 10.000 BSF (Billion Standarrt Cubic Feet) serta panas bumi 1.150 MWE dan masih diperlukan eksplorasi detail. Untuk bahan galian golongan B (bahan galian vital) seperti : emas, besi tembaga dan belerang,, yang sudah dieksploitasi baru berupa bahan galian emas yang dilakukan oleh penambangan rakyat. Untuk material emas dan mineral pengikutnya (DMP) pemah dieksploitasi dengan sistem Kontrak Karya Pertambangan Umum oleh PT   Lusang Mining sejak tahun 1985 sampai dengan 1995. Adapun besar cadangan emas di Lebong Tandai (berdasarkan data PT. Lusang Mining tahun 1995) adalah :      i~

Cadangan terukur (prove)               : 16.674 ton

Cadangan terunJuk (Provable)       : 53.590Ton

Cadangan tereka (possible)             : 1.476.000 ton

 

Adapun potensi bahan galian yang terdapat di Provinsi Bengkulu dan mempunyai prospek yang baik untuk diknibangkan adalah sebagai berikut.

1. Golongan A (strategis): Batu Bara, Bitumen Cair,Minyak dan Gas Bumi, Panas Bumi

2. Golongan B (Vital) Emas dan perak Pasir Besi Tembaga Timbal Belerang Kristal Kuarsa

3. Golongan C (industri dan bangunan) ‑ Andesit ‑ Obsidian ‑ Granit – Perlit  ‑ Batu gamping ‑ Batu Apung ‑ Bnetoit ‑ Zc0lit ‑ Kaolin ‑ Trass ‑ Piropilit ‑ Phospat ‑ Lempung. (Secara rinci dapat dilihat pada Peluang Investasi Prov. Bengkulu, Bappeda).

 

2.7. Sektor Pariwisata

 

Setor Pariwisata merupakan peluang unggulan ketiga setelah sektor kelautan/perikanan dan pertambangan. Beragam jenis objek parlwisalta yang dimilik] Provinsi Bengkulu tersebar diberbagai tempat di daerah Tingk‑at 11.

 

Potensi pariwisata yang banyak dikunjungi dan mennpunyai potensi untuk dikembangkan di Prov. Bengkulu adalah :

 

1. Benteng Malborough, Tugu Thomas Parr, Tugu Hamilton, Pecinan.

2. Pantai Panjang dan Nala

3. Pantai Pasir Putih

4. Pantai Tapak Padr1i dan Jakat

5. Rumah Pengasingan Bung kamo

6. Makam Pahlawan Sentot Alibasyah

7. Pulau Enggano

8. Taman Buru Gunung Nana’ua

9. Danau Gedang

10. Pemandian Gunung Selan

11. Pantai Lais

12. Pantai Muko‑muko dan Benteng Anne

13. Pantai Pasar bawah

14. Pantai Bengkcnag

15. Muara Kedurang

16. Pantai Linau

17. Pantai Way Hawang

18. Pantai Dayang Pandan

19. Danau Mas Harun Bastari

20. Suban Air Panas

2 1. B ukit Kaba

22. Danau Tes

23. Perkebunan Teh Kabawetan

24. Air Kopras

25. Air Terjun Air Simpang

26. Air terjun Semiang

27. Air Terjun Embong Baru.

 

2. Potensi Aliran Sungai Musi

 

Saat ini potensi air Sungai Musi sudah dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan daya terpasang 3 x 70 MW (210 MW), produksi energi per tahun 1. 140 Gwh.

 

 

 


FAKTOR PENDUKUNG

 

3.1. Perhubungan

 

3.1.1. Perhubngan Darat

 

Dengan kondisi cukup memadai, sarana antar Provinsi, antar Kabupaten dengan pemeliharaan dan terpelihara. Tersedia armada bus malam maupun travel yang cukup nyaman. Terdapat 9 perusahaan angkUtan darat dan yang bergerak di angkutan barang sebanyak 5 perusahaan.

 

3.1.2. Transportasi Udara

 

Mepunyai landasan sepanjang 2.250 meter dan dapat didarati oleh pesawat Boeing 737 type 200. Maskapai penerbangan yang melayani rute Ben‑kulu ‑ Jakarta adalah diantaranya Merpati Nusantara, Sriwijaya, Mandala, Lion,   Batavia Air.

 

3.1.3. Transportasi Laut

 

Untuk mendukung aktivitas masyarakat melaw transportasi laut, tersedia Pelabuhan Samudra Pulau‑Baai. Dan terdapat palabuhan Linau di Kabupaten Kaur.

 

3.2. Pos dan Telckomunikasi

 

Terdapat I buah kantor Pos Besar dan 28 buah kantor Pos PembantU dan 2 buah rumah pos pembantu. Telekomunikasi didukung dengan terdapatnya 600 wartel dan sudah terdapat beberapa operator telepon seluler.

 

3‑3. Akomodasi

 

Terdapat 6 hotel berbintang dan 81 buah hotel/penginapan berk‑lasifikasi hotel melati. Disamping, itu juga tersedia restauran/rumah makan yang menyediakall masakan khas Daerah, Nasinal, Padang, Cina, serta masakan Eropa.

 

3.4. Sosial Budaya

 

Provinsi Bengkulu mempunyai 3 Suku besar, yang mempunyai peranan penting dalam mewamai adat istiadat daerah Bengkulu, 3 suku yang dimaksud adalah Suku Rajang, Suku Serawai, dan Suku Melayu.

 

Salah satu upaca kesenian tradisional yang menarik di Kota Bengkulu adalah Festival dan Upacara Tabot.

 

3.5. Perbankan

 

Untuk menunjang Potensi dacrah, di Provinsi Bengkulu telah terdapat 5 bank dengan status kantor pusat dan 16 bank dengan status kantor cabang serta 18 unit ATM yang tersebar di berbagai tempat.

 

3.6. Keamanan

 

Dari segi keamanan, Provinsi Bengkulu sampai saat ini maih termasuk daerah yang rendah angka kriminalitasnya. Hal ini ditunjang dengan sistem keamanan  masyarakat swadaya dan aparat keamanan yang secara terus menerus melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat

 

PENUTUP

 

Peluang investasi di Provinsi Bengkulu masih dimungkinkan, mengingat banyak Potensi Sumber Daya daerah ini yang belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat Provinsi Bengkulu masih perlu diberdayakan menoingat potensi angkatan kerja yang sangat besar dan tersedia. cukup di dacrah ini agar dapat mengangkat  ekonomi kerakyatan.

 

Referensi

 

Bengkulu DalamAngka (2008). Badan Pusat Statistik. Provinsi Bengkulu.

Laporan Tahunan (2007). Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangaii. Provinsi Bengkulu

Potensi dan Peluang Investasi Provinsi Bengkulu (2003). Badan Perencanaan Pembangnan Daerah. Provinsi Bengkulu.

 

One Response to “POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN DAN INVESTASI DI PROVINSI BENGKULU”

  1. selly Says:

    artikel ini membuat sy menjadi yakin bahwa Bengkulu akan semakin maju.. maju terus bengkulu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s