Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

PERANAN DEWAN RISET DAERAH DALAM PEMBANGUNAN DI PROVINSI BENGKULU June 10, 2009

Filed under: Umum — Urip Santoso @ 4:48 am
Tags: , ,

Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D

Ketua Dewan Riset Daerah Provinsi Bengkulu

            Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang telah untuk pertama kalinya membentuk Dewan Riset Daerah (DRD). Ini menunjukkan bahwa Pemprov sangat menyadari pentingnya lembaga ini bagi pembangunan di Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu menyatakan sangat mendukung kehadiran DRD, sebab beliau menyadari bahwa riset itu merupakan ujung tombak bagi pengambilan kebijakan di suatu daerah.

            Memang, harus diyakini bahwa riset sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan. Jika kita mengambil hikmah di negara maju, maka riset sudah menjadi kebutuhan dalam setiap pengambilan keputusan. Mereka sadar bahwa tanpa riset yang memadai, suatu kegiatan tidak akan mencapai tujuan secara optimal atau bahkan tidak sama sekali. Riset dalam jangka pendek mungkin dirasa hanya membuang anggaran. Namun jika dihitung dalam jangka menengah dan jangka panjang maka justru dengan adanya riset suatu kegiatan akan berjalan lebih efisien dan tepat sasaran. Kita ambil contoh, anda tahu bukan Toyota? Perusahaan mobil di negeri Sakura ini telah merancang model-model mobil puluhan tahun ke depan. Mereka melakukan berbagai riset terkait dengan mobil. Disana riset sudah menjadi budaya.

            Bagaimana dengan di Indonesia termasuk Bengkulu? Riset belum menjadi budaya dalam setiap pengambilan kebijakan di suatu wilayah. Namun, setidaknya Pemprov telah mempunyai niat baik dengan dibentuknya DRD.

Dasar Hukum Pembentukan DRD

            Pembentukan DRD oleh Pemerintah Daerah secara eksplisit diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penetapan Iptek (Sisnas P3 Iptek). Dalam Pasal 20 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2002 disebutkan bahwa Pemerintah Daerah berfungsi menumbuhkembangkan motivasi, memberikan stimulasi dan fasilitas, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan serta sinergi unsur kelembagaan, sumber daya, dan jaringan iptek di wilayah pemerintahannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Sisna P3 Iptek. Untuk mendukung fungsinya tersebut, Pemerintah Daerah membentuk DRD yang mewakili masyarakat dari unsur kelembagaan iptek di daerahnya.

Tugas Pokok DRD

            Ada dua tugas pokok DRD, yaitu: 1) memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah untuk menyusun arah, prioritas, serta kerangka kebijakan Pemerintah Daerah di bidang iptek; 2) mendukung Pemerintah Daerah melakukan koordinasi di bidang iptek dengan daerah-daerah lain.

            Untuk melaksanakan ke dua tugas pokok tersebut, DRD memerlukan dukungan baik berupa anggaran dari sumber APBD dan/atau dari sumber lain yang tidak mengikat. Oleh sebab itu, adalah menjadi tugas DRD untuk melakukan lobi dan negosiasi ke berbagai penyandang dana. Namun, tentu saja sumber utama anggaran yang diharapkan tentu  saja dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov). Untuk  tugas pokok pertama, DRD perlu menyusun kebijakan strategis daerah (Jakstrada) Iptek  sebagai masukan kepada Pemerintah Daerah. Jakstrada Iptek inilah yang akan dijadikan dasar bagi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di Provinsi Bengkulu. Jakstrada Iptek tentu saja menjadi salah satu acuan bagi penyusunan rencana strategis  dan kegiatan penelitian dan pengembangan. Hasil dari kegiatan ini kemudian dapat dijadikan landasan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Tentu saja untuk menyusun Jakstrada Iptek  diperlukan beberapa kajian antara lain kajian tentang potensi daerah dan pemetaan riset dan pengembangan di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan Jakstrada Iptek ini, DRD dapat menyusun Agenda Riset Daerah (ARD). ARD ini merupakan acuan bagi setiap institusi di Provinsi Bengkulu dalam menyusun riset dan pengembangan di institusi mereka masing-masing. Untuk itu, DRD mempunyai peranan untuk mengevaluasi dan menyeleksi rencana kegiatan penelitian di lingkungan Provinsi Bengkulu. Hal ini menjadi suatu keharusan, karena disini DRD dapat berperan sebagai penyaring, sehingga kegiatan riset dan pengembangan sesuai dengan ARD. Dengan demikian dapat diharapkan hasil riset tersebut mampu mendukung pembangunan yang dituangkan dalam RPJM. Agar tugas pokok pertama itu dapat berjalan dengan baik, maka adalah menjadi logis jika DRD juga mempunyai tuga melakukan koordinasi di bidang iptek.

            Tidak mudah memang tugas DRD. Kelancaran tugas DRD sebagian juga akan dipengaruhi oleh sejauh mana para pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah itu menyadari pentingnya riset dan pengembangan bagi pembangunan.

Peranan DRD dalam Pembangunan

            Sebagai lembaga nonstruktural yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah, DRD mempunyai fungsi dan peran sebagai berikut:

1)      memberikan masukan kepada Pemda berupa pemikiran dalam rangka: a) pemetaan kebutuhan iptek; b) mencari, memenuhi, merumuskan kebijakan dan arah pembangunan iptek sesuai dengan potensi keunggulan yang dimiliki; c) menentukan prioritas utama dan perangkat kepentingan permasalahan riset dan iptek; d) pemantauan, penilaian, evaluasi terhadap arah kebijakan iptek;

2)      sebagai gudang pakar, DRD berperan secara aktif untuk: a) mencarikan alternatif pemecahan terhadap permasalahan yang dihadapi daerah; b) secara proaktif memberikan saran/gagasan pengembangan potensi daerah yang berpeluang untuk meningkatkan pendapatan daerah;

3)      sebagai kelompok ilmuwan, DRD dapat berperan sebagai: a) kelompok penjajagan untuk menguji pelaksanaan kebijakan iptek; b) pendukung moral untuk mengedepankan permasalahan penguasaan iptek yang perlu diprioritaskan.

DRD merupakan inisiator dan akselerator pembangunan iptek yang mempunyai posisi dan peran strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan iptek di daerah. Sebagai inisiator pembangunan iptek, DRD dapat secara aktif: a) memprakarsai pemanfaatan iptek untuk meningkatkan kesejahteraan  masyarakat dengan memperhatikan potensi sumber daya masing-masing daerah; b) melakukan inventarisasi kapasitas dan kapabilitas iptek daerah dan memanfaatkannya untuk pemanfaatan iptek yang merata, efektif dan efisien; serta c) melakukan pemilihan kategori iptek yang selaras dengan pelaksanaan pembangunan daerah, terutama dalam mencari solusi terhadap permasalaahn kritis yang dihadapi daerah.

            Sebagai akselerator pembangunan iptek daerah, DRD dapat secara aktif: a) memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan daerah; b) melakukan berbagai kegiatan yang mendukung pemberdayaan industri di daerah sehingga industri di daerah mampu mengaplikasikan iptek dan meningkatkan kapasitas iptek-nya untuk meningkatkan nilai tambah produk; serta c) mendorong mobilisasi potensi iptek di daerah sehingga pemanfaatan dan penguasaan iptek dapat dilakukan secara optimal untuk mempercepat proses kemandirian daerah.

Sasaran Kegiatan DRD

            Sasaran kegiatan kerja DRD adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan jalan menyediakan kemudahan bagi:

1)      terjadinya konsolidasi sumber daya iptek daerah,

2)      terkoordinasinya kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan iptek di daerah,

3)      terwujudnya efisiensi dan efektifitas kegiatan penelitian di daerah,

4)      terkondisinya pemanfaatan hasil iptek yang sesuai dengan kebutuhan daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

Jika membaca empat sasaran DRD, maka keberadaan DRD di Provinsi Bengkulu akan sangat membantu program-program pembangunan di Bengkulu. DRD dapat memberi saran, berdasarkan analisis yang mendalam, apa yang sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah Daerah bagi kesejahteraan masyarakat. Tentu saja untuk memberikan masukan yang akurat, efisien dan efektif, DRD perlu mengkaji terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Bengkulu, potensi yang ada dan kajian-kajian lain yang terkait.

Beberapa Hambatan

            Ada beberapa hambatan yang harus diatasi oleh DRD yang baru dilantik, antara lain: 1) belum tersedianya anggaran bagi DRD; 2) belum tersedianya dokumen yang terkait dengan tatakerja dan tata tertib DRD; 3) belum tersedianya dokumen-dokumen penting lain.

            Untuk mengatasi hal tersebut, maka DRD yang baru dibentuk ini perlu segera mengatasi hambatan-hambatan tersebut di atas. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membentuk pengurus harian DRD (Sekretariat). Setelah sekretariat terbentuk, maka langkah kedua adalah menyusun rencana kegiatan tahun 2009 dan tahun 2010. Rencana kegiatan beserta anggaran yang dibutuhkan diajukan kepada gubernur melalui Sekda Provinsi. Untuk itu DRD perlu melakukan audiensi dengan Sekda terkait dengan hal tersebut. Setelah  rencana dan anggaran disetujui, maka langkah berikutnya adalah mensosialisasikan keberadaan dan rencana kegiatan DRD ke instansi di seluruh Provinsi Bengkulu dan ke masyarakat. Disini peranan media massa seperti radio, televisi, koran dan majalah sangat besar. Sebab, media massa dapat menginformasikan keberadaan DRD secara luas, cepat dan serentak. Melalui media masalah informasi DRD akan dapat tersebar ke seluruh pelosok Provinsi Bengkulu. Oleh sebab itu, sebaiknya DRD juga menjalin hubungan yang erat dengan media massa terutama media massa lokal Bengkulu.

            Sosialisasi DRD Bengkulu bukan hanya terbatas dalam wilayah provinsi, tetapi juga dalam wilayah yang lebih luas, yaitu tingkat nasional dan bahkan internasional. Untuk tingkat nasional, DRD dapat berkoordinasi dan berkonsultasi  dengan Dewan Riset Nasional dan institusi yang terkait dengan riset dan pengembangan. DRD Bengkulu memang telah merintis hal ini dengan berkonsultasi dengan Dewan Riset Nasional dan Sekretaris Menteri Negara Riset dan Teknologi beberapa waktu yang lalu. Mudah-mudahan keberadaan DRD mampu membantu percepatan pembangunan di Bengkulu, bukan malah sebaliknya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s