Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

MENGENAL DEWAN RISET NASIONAL May 26, 2009

Filed under: Profil — Urip Santoso @ 8:50 am
Tags:

Sejarah Dewan Riset Nasional (DRN)

Berdasarkan Undang-undang No.18 tahun 2002 mengenai Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek pasal 19 ayat 2, Dewan Riset Nasional (DRN) adalah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk mendukung Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam merumuskan arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan Iptek.

Gagasan awal pembentukan Dewan Riset Nasional (DRN) bermula dari kebutuhan untuk mengarahkan berbagai kegiatan penelitian dari berbagai lembaga berdasarkan prioritas pembangunan. DRN pada awalnya bernama Tim Perumus Program Utama Nasional Riset dan Teknologi (PEPUNAS RISTEK), dibentuk pada tanggal 11 Mei 1978.

Menjelang pelaksanaan REPELITA IV 1984 – 1989, Tim Pepunas Ristek diubah menjadi Dewan Riset Nasional melalui Keputusan Presiden No.1/1984 tertanggal 7 Januari 1984. Saat itu DRN bertugas membantu dan bertanggung jawab pada Presiden Republik Indonesia serta diketuai oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Seiring dengan perkembangan kondisi sosial politik Indonesia, pada tahun 2002 dibuatlah UU No.18/2002 mengenai Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek sebagai kerangka kerja legal-formal yang menguatkan eksistensi DRN.

Keberadaan DRN periode 2005-2008 berdasarkan pada Peraturan Presiden No. 16 tahun 2005 tentang Dewan Riset Nasional. Menurut Perpres tersebut DRN merupakan lembaga non struktural. Ketua DRN berasal dan dipilih dari anggota DRN itu sendiri.

Meski dibentuk oleh pemerintah, namun kegiatan DRN bersifat independen. Hal ini berarti segala keluarannya merupakan produk yang dihasilkan melalui kegiatan bersama sebagai hasil pemikiran dan pertimbangan kolektif.

Sesuai dengan Pasal 19 UU No.18/2002, Menteri Negara Riset dan Teknologi harus merumuskan Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Iptek (Jakstranas Iptek) dengan mempertimbangkan masukan dan pandangan yang diberikan oleh berbagai pemangku-kepentingan (stakeholders) Iptek. Di sinilah peran DRN sebagai lembaga yang beranggotakan perwakilan dari para pemangku-kepentingan Iptek diperlukan.

No

Dasar

Sebutan

Tugas

1. Peraturan Presiden No:6 tahun 2005 Dewan Riset Nasional Membantu Menteri dalam merumuskan  arah dan prioritas utama pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 Memberikan berbagai pertimbangan kepada Menteri dalam penyusunan kebijakan strategis pembangunan nasional ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. UU No. 18 /2002 Dewan Riset Nasional Membantu pemerintah dalam merumuskan arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan di bidang penelitian, pengem- bangan dan penerapan iptek
3. KEPPRES RI No. 94 / 1999 Dewan Riset Nasional Membantu pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan iptek nasional, serta perumusan dan pelaksanaan kegiatan penelitian sesuai tuntutan zaman
4. KEPPRES RI No. 1 / 1984 Dewan Riset Nasional Membantu pemerintah dalam mempersiapkan perumusan program utama nasional di bidang riset dan teknologi
5.

KEPMEN RISTEK ,MEI 1978

TIM PERUMUS DAN EVALUASI PROGRAM-PROGRAM UTAMA NASIONAL  RISET DAN TEKNOLOGI

(PEPUNAS RISTEK)

Membantu pemerintah dalam meningkatkan, mengembangkan serta mengarahkan kegiatan penelitian dan pengem- bangan di Indonesia

Tugas DRN

Mengacu kepada Peraturan Presiden No.16/2005, Dewan Riset Nasional mempunyai tugas:

a.Membantu Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam merumuskan arah dan prioritas utama pembangunan Iptek.

b.Memberikan berbagai pertimbangan kepada Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam penyusunan kebijakan strategis nasional Iptek.

Visi dan Misi Iptek 2025

Iptek sebagai kekuatan utama peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan dan peradaban bangsa 

 

1.

 

Menempatkan IPTEK sebagai landasan kebijakan pembangunan nasional dan berkelanjutan
2. Memberikan landasan etika pada pengembangan dan penerapan IPTEK
3.

 

Mewujudkan sistem inovasi nasional yang tangguh guna meningkatkan daya saing bangsa diera global
4.

 

Meningkatkan difusi IPTEK melalui pemantapan jaringan pelaku dan kelembagaan IPTEK termasuk pengembangan mekanisme dan kelembagaan intermediasi IPTEK
5.

 

Mewujudkan SDM, sarana, dan prasarana serta kelembagaan yang berkualitas dan kompetitif
6.

 

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas, kreatif, dan inovatif dalam suatu peradaban masyarakat yang berbasis pengetahuan

Fungsi DRN

Sesuai dengan Peraturan Dewan Riset Nasional Nomor : 01/DRN/PER/VII/2007 Tentang Tata Kerja dan Tata Cara Pelaksanaan Dewan Riset Nasional. Secara garis besar fungsi DRN adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan bahan masukan bagi Menteri Negara Riset dan Teknologi yang berkaitan dengan perumusan kebijakan strategis nasional ilmu pengetahuan dan teknologi, pertukaran informasi kegiatan penelitian pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemberdayaan Dewan Riset Daerah (DRD).

2. Menyusun Agenda Riset Nasional (ARN).

3. Melakukan pengamatan dan evaluasi secara terus-menerus terhadap perencanaan dan pelaksanaan ARN.

4. Memantau kemajuan berbagai cabang Iptek dalam skala nasional maupun internasional, kinerja prasarana Iptek serta mengkaji pengaruhnya bagi pembangunan nasional.

5. Mengidentifikasikan masalah nasional yang dihadapi dan memberikan rekomendasi pemecahan masalah tersebut kepada lembaga terkait.

6. Menyiapkan bahan masukan bagi Menteri Negara Riset dan Teknologi yang berkaitan dengan penegakan norma ilmiah riset.

7. Menyiapkan bahan masukan bagi Menteri Negara Riset dan Teknologi yang berkaitan dengan pengembangan sistem dan pengusulan penerima Penghargaan Riset.

Kegiatan DRN

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi No. 89/M/Kp/V/2005 tentang Dewan Riset Nasional, kegiatan DRN periode 2005-2008 difokuskan pada:

1.     Penyusunan Agenda Riset Nasional (ARN)

2.     Pemantauan umum perkembangan Iptek

3.     Penegakan norma ilmiah riset

4.     Pengembangan sistem dan pengusulan penerima penghargaan riset

Produk DRN

Lebih dari 20 tahun DRN secara nyata telah menjadi mitra kerja Kantor Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Selama itu pula DRN telah menghasilkan berbagai produk yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan Iptek nasional, perumusan, serta pelaksanaan kegiatan penelitian sesuai tuntutan zaman.

Produk yang telah dihasilkan DRN periode 2005-2008 antara lain:

1.  Evaluasi Kebijakan Strategis Nasional Iptek 2005-2009 hasil Rakornas Ristek 2005.

2.  Rumusan prioritas penelitian, pengembangan, dan rekayasa Iptek dalam Agenda Riset Nasional 2006-2009.

3.  Survei pemetaan kegiatan riset di LPND Ristek dan Lembaga Litbang Departemen.

4. Bahan pertimbangan untuk penggarisan kebijakan nasional yang berkaitan dengan pemanfaatan, pengembangan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

5. Tata kerja dan tata tertib DRN untuk dipergunakan sebagai acuan kerja.

(Sumber: Dewan Riset Nasional)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s