Jurnal Bengkulu Mandiri

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

Peran Masyarakat Terhadap Pelestarian Fungsi Hutan Di Sekitar Kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar Kota Bengkulu April 19, 2013

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 6:19 am
Tags: ,

 

Oleh: Isna Puspitasari 

Abstrak

Masalah lingkungandalam kehidupan dewasa ini sungguh sangat menjadi perhatian dari berbagai kalangan, sebab kalau lingkungan rusak tentu berdampak kepada masyarakat, sehingga tidak heran jika kita memperhatikan dan melestarikan lingkungan sekitar masing-masing. Cagar alam merupakan salah satu kawasan lindung yang memiliki fungsi konservasi, pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Salah satunya adalah Cagar Alam Danau Dusun Besar, yang saat ini hampir disekeliling kawasan tidak bervegetasi. Rusaknya lingkungan jelas akibat ulah manusia itu sendiri.  Melihat dari semua itu, maka kata kunci dari pemeliharaan lingkungan ini terletak pada manusia itu sendiri. Untuk itulah kita sangat mendukung kepada pemerintah yang terus berupaya menjaga dan melestarikan lingkungan ini dengan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan menjadi suatu keharusan dalam upaya melestarikan sumber daya hutan dan lahan yang masih bagus sekaligus sebagai upaya antisipasi mencegah bencana. Hal ini tidak terlepas dari peran masyarakat Dalam upaya melestarikan lingkungan ini hendaknya masyarakat jangan hanya ketika ada kegiatan saja melakukan penanaman pohon, tetapi harus berlanjut pada setiap kesempatan, sehingga kalau menemukan tanah-tanah yang kosong dan belum ada tumbuhan.

Kata kunci : masalah lingkungan, cagar alam, kelestarian lingkungan, peran masyarakat (more…)

 

MASALAH DAN PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN BAKAU DI PROPINSI BENGKULU April 3, 2012

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 6:44 am
Tags: ,

Oleh : ANTONIUS  FA.SILAEN

                                                       

ABSTRAK

            Hutan di Indonesia juga dikenal memiliki keaneka ragaman hayati yang sangat tinggi, sehingga memiliki peranan yang baik ditinjau dari aspek ekonomi, social budaya maupun ekologi. Namun seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi nasional, tekanan terhadap sumberdaya alam hampir sudah tidak seimbang lagi antara  sumberdaya alam dalam hal ini hutan mangrove dengan prilaku manusia. Di Propinsi Bengkulu lima puluh persen hutan bakau (magrove) terdapat sepanjang 525 km patai barat telah mengalami kerusakan. Hutan bakau (magrove) mempunyai fungsi geologis dan ekonomis, maka pengelolaan hutan bakau perlu pendekatan  yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah maupun pusat dengan adanya perencanaan, pelaksanaan , pemeliharaan, pengawasan dan evaluasi. Selengkapnya

 

Hutan dan Pelestariannya di Kabupaten Bengkulu Tengah January 25, 2012

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 7:02 am
Tags: , ,

Hutan begitu penting artinya bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Sayangnya banyak hutan yang sudah rusak atau dialihfungsikan tanpa memperhatikan keseimbangan alam. Akibatnya sudah kita rasakan seperti banjir, longsor, kurang air, perubahan suhu lingkungan yang semakin panas dll. Untuk itu, mari kita selamatkan hutan yang tersisa dan mari kita pulihkan fungsi hutan. Berikut uraian tentang hutan di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Hutan dan Pelestariannya di Kabupaten Bengkulu Tengah

 

DAMPAK KEGIATAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAN PENUTUPAN LAHAN DI PROPINSI BENGKULU July 24, 2011

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 6:47 am
Tags: , , ,

Oleh: Sodikin

ABSTRAK

 

Rehabilitasi Hutan dan Lahan merupakan program Kementerian Kehutanan untuk menekan laju degradasi dan menekan tingkat kekritisan hutan. Indonesia yang laju degradasi hutan mencapai 1,08  juta hektar pertahun, dan tingkat pemanasan global yang sangat tinggi, maka perlu adanya upaya-upaya yang dapat menetralisir keadaan tersebut. Selain masalah kekritisan hutan, pemanasan global, dampak lain dari degradasi hutan atau kerusakan hutan adalah tingkat perekonomian yang sangat rendah baik yang tinggal di kawasan hutan maupun sekitar hutan. Program Rehabilitasi  Hutan dan Lahan di kawasan lindung/konservasi, dan  kegiatan pembuatan hutan rakyat, areal model, kebun bibit rakyat, penghijauan lingkungan, penanaman turus jalan, penanaman  tanaman sepadan sungai di Propinsi Bengkulu dapat menekan kekritisan Hutan dan lahan 6,05% sampai dengan tahun 2010. Dalam pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan perekonomian serta menekan angka pengangguran telah dilaksanakan program Kebun Bibit Rakyat (KBR), pada tahun 2010 telah terealisasi sebanyak 78 unit KBR yang tersebar di Propinsi Bengkulu atau setara dengan jumlah bibit siap tanaman sebanyak 3.900.000 batang. (more…)

 

PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DALAM MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT July 5, 2011

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 9:04 pm
Tags: , ,

HELPY ZUMAN

ABSTRAK

 

            Kurangnya motivasi masyarakat di Kabupaten Kaur dalam menjaga serta  melestarikan hutan dan lingkungan menjadikan masalah lingkungan  sebagai akibat dari ulah manusia itu sendiri, dari hari ke hari ancaman terhadap kerusakan lingkungan semakin meningkat. Banyaknya pembukaan lahan baru  mengakibatkan banyaknya hutan yang dirusak karena umumnya pembukaan lahan tersebut tidak mengikuti kaidah ekologi. Rusaknya hutan akan merusak ekosistem yang ada dihutan tersebut dan disekitar hutan dan merusak semua sistem kehidupan disetiap komponen yang ada di bumi ini. Melestarikan hutan berarti menyelamatkan semua komponen kehidupan, hutan yang terjaga akan memberikan tata air yang baik pada daerah hilirnya sehingga akan menyelamatkan semua kegiatan umumnya dan kegiatan ekonomi khususnya, selain itu hutan yang terjaga akan memberikan manfaat sangat besar bagi lingkungan, hutan sebagai paru-paru dunia akan mengurangi pemanasan bumi, mengurangi kekeringan saat musim panas dan mengurangi resiko longsor dan banjir saat musim hujan. (more…)

 

DEGRADASI MANGROVE ( HUTAN BAKAU ) DI PROPINSI BENGKULU March 26, 2011

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 7:38 am
Tags: ,

Oleh : KOS EDI, SE

ABSTRAK

Semua bencana alam yang sering terjadi di Indonesia akhir-akhir ini sangat perlu kita cermati. Salah satu penyebab timbulnya bencana alam tersebut adalah dikarenakan adanya kerusakan ekosistem atau lingkungan yang menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.

Untuk di Propinsi Bengkulu masalah utama lingkungan adalah kerusakan hutan, termasuk di dalamnya hutan lindung, Taman Nasional Kerinci Sebelat, hutan magrove dan hutan pantai. Kerusakan hutan ini disebabkan oleh antara lain perkebunan, tambak, pemukiman dan pembangunan pariwisata.Salah satu jenis hutan di Bengkulu yang saat ini telah rusak adalah hutan mangrove, yang salah satu jenisnya adalah Rhizophora (bakau). Sebagian besar hutan mangrove yang ada di Propinsi Bengkulu adalah jenis hutan bakau. Hutan Bakau di sepanjang pantai barat dan timur pulau Sumatera telah rusak lebih dari 50 %. Propinsi Bengkulu memiliki laut sepanjang 525 km pantai Bengkulu telah mengalami kerusakan dan perlu dilakukan penanganan atau pengelolaan seperti reboisasi. Reboisasi hutan mangrove atau hutan bakau sangat penting karena akan dapat menjaga abrasi pantai, mengembalikan habitat biota laut atau muara serta meminimalisir terjadinya bencana akibat gelombang tsunami.

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas maka penulis bertujuan untuk :

  1. Mengetahui tingkat kerusakan atau degradasi hutan Mangrove (Hutan Bakau) di Propinsi Bengkulu.
  2. Melakukan dan mencari jalan keluar agar hutan mangrove dapat terjaga kelestariannya.
  3. Melakukan rehabilitasi terhadap hutan mangrove yang telah rusak dan tercemar oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. (more…)
 

Masyarakat Desa Sekitar Hutan Lindung Bukit Daun Di Bengkulu March 25, 2011

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 10:31 pm
Tags: , ,

Oleh: Gunggung Senoaji

Posted on 17 Oktober 2010 by gunggungsenoaji| 2 Komentar

Hutan merupakan sumberdaya alam yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia karena mampu menghasilkan barang dan jasa serta dapat menciptakan kesetabilan lingkungan (Steinlin,  1988).  Sejalan dengan waktu, hutan yang semula dianggap tidak akan habis berangsur-angsur mulai berkurang.  Banyak lahan hutan digunakan untuk kepentingan lain, seperti pertanian, perkebunan, pemukiman, industri dan penggunaan lainnya. Di Provinsi Bengkulu luas kawasan hutan yang telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian, perkebunan, pemukiman, tanah kosong, dan kebun campuran mencapai 286.777 hektar atau sekitar 31,14% dari luas total hutan yang ada (Pemerintah Propinsi Bengkulu, 2008). (more…)

 

STRATEGI PENGELOLAN KAWASAN HUTAN TWA BUKIT KABA DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF PEMBANGUNAN DAERAH September 28, 2010

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 4:15 am
Tags: , , ,

OLEH : DAVIT HUTA HAYAN (NPM. E2A010012)

ABSTRAK

Taman Wisata Alam Bukit Kaba yang telah dianugerahkan kepada masyarakat Rejang Lebong dan Kepahyang adalah merupakan asset yang memiliki nilai yang tak terhingga baik secara ekologis, ekonomi, maupun nilai edukasi karena itu keutuhan dan kelestarian kawasan hutan konservasi harus benar-benar dijaga

Bahwa lestarinya  keutuhan kawasan konservasi TWA Bukit Kaba dan kawasan Hutang Lindung lainnya merupakan ”benteng terakhir”  yang dapat menjamin terjaganya kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang dengan segala potensi  yang ada didalamnya  dari ancaman bencana alam berupa banjir bandang, erosi, longsor, serta menurunnya kualitas lingkungan hidup

Akan tetapi keberadaan TWA Bukit Kaba yang bernilai tinggi sebagai penyangga kehidupan, sumber plasma nutfah dan wisata alam potensial, kondisi sekarang menghadapi permasalahan dengan tingginya tingkat gangguan dan ancaman terhadap keutuhan kawasan  terutama  dalam bentuk mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki  kawasan hutan secara tidak sah,  merambah kawasan hutan, illegal logging, dan  perburuan satwa   yang dilakukan oleh oknum masyarakat  yang  tidak bernurani dan yang menjadi isu aktual sekarang adanya dampak negatif  Pembangunan Daerah terhadap keberadaan dan kelestarian kawasan konservasi terutama kawasan TWA Bukit Kaba.

Atas permasalahan tersebut maka dipandang perlu terselenggaranya pelaksanaan  pengendalian dan pengelolaan kawasan TWA Bukit Kaba yang berupa Pemantapan Status Kawasan Konservasi, Perlindungan dan Pengamanan Hutan Serta Pengelolaan Potensi Kawasan Konservasi, sehingga dengan mengupayakan secara optimal ketiga komponen inilah maka diharapkan kedepan kawasan TWA Bukit Kaba dapat lebih terjaga dan lestari dari segala bentuk ancaman dan gangguan atas keutuhan kawasan konservasi. (more…)

 

Kesesuaian kawasan hutan lindung (studi kasus di HL Konak, Bengkulu) September 2, 2010

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 6:13 am
Tags: ,

Posted on 20 April 2010 by gunggungsenoaji| Tinggalkan komentar

Diterbitkan di Jurnal Ilmu Kehutanan, Januari 2010

Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan (Pemerintah Republik Indonesia, 2007). Kawasan lindung terdiri dari : kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, kawasan perlindungan setempat, kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya, kawasan rawan bencana alam, kawasan lindung geologi, dan kawasan lindung lainnya.  Salah satu kawasan lindung yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya adalah hutan lindung (Pemerintah Republik Indonesia, 2008).  Undang-Undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan mendefinisikan hutan lindung sebagai  kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.  Mengingat fungsi tersebut keberadaan hutan lindung mempunyai peranan penting dalam menjaga kestabilan ekosistem sekitarnya. (more…)

 

Bengkulu Is Bound to Lose Its Forest Areas April 23, 2010

Filed under: Kehutanan — Urip Santoso @ 11:58 pm

by Wiryono
The Jakarta Post | Thu, 03/11/2010 10:00 AM | Opinion

In response to requests by many governors in Indonesia for a review of forest areas, the government has just issued a government regulation on the changes of designation and function of forest areas (PP 2010/10). The change of designation of forest areas means converting part of or the entire forest area into other types of land use, while the change of function of forest areas means changing the function of part of or the entire forest area to a different one.

The Forestry Law classifies forest areas into three functions: conservation forest, protection forest and production forest. Conservation forest is the most protected area, while the production is the least. Conservation forest is divided into three categories, namely, nature refuge areas, nature preservation areas and hunting parks. (more…)